Polisi Ringkus Komplotan Curanmor Telukjambe

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Minggu, Juni 4

KARAWANG - PEKA - Jajaran Polsek Telukjambe Timur berhasil meringkus komplotan curanmor yang biasa beroperasi di wilayah Karawang Kota dan Kecamatan Telukjambe. Lima orang tersangka dan tujuh unit motor hasil curian berhasil diamankan petugas kepolisian.

Lima orang komplotan curanmor Telukjambe yang berhasil diringkus
Salah satu pelaku berhasil kabur saat akan ditangkap dengan berenang ke Sungai Citarum. Saat ini polisi masih memburu pelaku yang kabur.

"Semalam kami menangkap lima orang pelaku curanmor dan seorang lagi berhasil lolos saat akan kita tangkap. Para pelaku ini merupakan sindikat lokal yang sudah lama kita incar dan baru sekarang berhasil kami tangkap," ujar Kapolsek Telukjambe Timur Kompol Endang Kusnandar kepada wartawan di Karawang, Minggu (4/6/2017).

Menurut Endang, kelima pelaku curanmor yang berhasil ditangkap yaitu Zn (25), Ms (25) alias Miun, AG, Ang alias bek dan GT alias Bote. Satu orang pelaku yaitu Mul alias botak berhasil melarikan diri saat disergap.

"Lima pelaku yang kami tangkap merupakan warga Telukjambe sedangkan yang kabur itu dari luar Telukjambe. Kita sudah mengantongi identitas pelaku yang sekarang jadi DPO ini dan sekarang sedang kita buru," katanya.

Endang mengatakan, penangkapan komplotan curanmor ini bermula saat petugas Polsek Telukjambe tengah mengawasi kediaman Ang, salah seorang pelaku curanmor, di Kampung Lio Telukjambe Timur yang dicurigai jadi lokasi penyimpanan motor curian. Polisi melakukan pengintaian setelah terjadi kasus pencurian motor di kawasan GOR.

Tak lama kemudian dua orang pelaku, Mul dan AG datang membawa motor. Kemudian kedua pelaku keluar rumah untuk mengambil motor curian selanjutnya, namun polisi langsung datang melakukan penyergapan.

"Memang kita curigai rumah itu jadi tempat penampungan sebelum motor itu dijual ke luar. Makanya saat ada kasus pencurian lagi kami awasi rumah tersebut. Ternyata dugaan kita tidak salah karena pelaku kemudian datang dengan motor curian. Saat kami sergap salah seorang berhasil kabur," jelasnya.

Masih kata Endang, komplotan curanmor Telukjambe ini dalam aksinya selalu meresahkan masyarakat terutama di kawasan Telukjambe Timur yang menjadi basis operasi kejahatan mereka. Dalam menjalankan aksinya mereka menjalankan fungsi masing-masing yaitu ada yang mengawasi, ada yang mengantar atau joki dan kemudian ada yang menjadi pemetik.

Setelah berhasil mendapatkan motor curian, kemudian ada yang bertugas menjual. "Mereka menjual motor curian ini antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per unitnya," ucapnya.


Sumber : Detiknews.com

Previous
« Prev Post

Related Posts

Minggu, Juni 04, 2017
Loading...