Prediksi Para Legenda Jelang Final Liga Champios

0
CARDIFF - PEKA - Final Liga Champions Eropa 2016/2017 mempertemukan dua raksasa sepak bola Juventus dan Real Madrid. Kedua kesebelasan dari Liga Italia dan Liga Spanyol tersebut, akan bertanding di Stadion Mellenium, Wales, pada Ahad (4/6) WIB.
 
Ilustrasi
Madrid lebih diunggulkan dalam laga kali ini. Kesebelasan dari La Liga Spanyol tersebut, diprediksi akan mempertahankan gelar juara Liga Champions. Akan tetapi, Juventus, juga bukan tim sembarangan. Raja Italia tersebut, akan memaksa kemampuan, membawa pulang trofi Kuping Besar, yang pernah mereka raih pada 1996 lalu.

Namun, siapa pun yang juara malam nanti, keduanya punya kelayakan sama. Sebab, dua kesebelasan tersebut, memang pantas mengaku sebagai tim juara di Benua Biru. Legenda Real Madrid, Luis Figo mengatakan hal tersebut. Kata dia, Juve dan Madrid, punya kepantasan sebagai tim raja sepak bola di dunia.

"Juventus tim kuat. Dan Real Madrid juga tim yang berbahaya. Itu sebabnya saya pikir duel ini akan sangat menarik. Dan siapapun bisa menjadi juara," kata dia, seperti dikutip dari laman resmi UEFA, Sabtu (3/6). Kata dia pengangkat tropi Liga Champions 2002 itu, penonton akan melihat beradunya dua gaya sepak bola yang berbeda antara Spanyol dan Italia. Keduanya, kata dia, permainan yang hebat di planet ini.

Legenda sepak bola dari Brasil, Cafu pun mengaku tak berani memprediksi siapa yang berhak di podium utama usai laga pungkas. Mantan pemain AC Milan tersebut, hanya berani memprediksi skor akhir dalam pertandingan.

Menurut dia, skor antara Nyonya Tua melawa Los Blancos, akan berakhir imbang 2-2. "Selepas itu, saya tidak akan berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi," ujar pemain yang pernah merasakan gelar juara Liga Champions 2007 tersebut.

Mantan pesepak bola Juventus, Paul Nedved tentu mengunggulkan timnya. Kepada Ceska Sport, yang dilansir UEFA, dia mengatakan, timnya membutuhkan waktu 21 tahun untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. "Itulah mengapa, harapan kita sangat besar dalam final kali ini," ujar dia.

Legenda AC Milan lainnya, Clarence Seedorf tak mau memberikan keunggulan bagi tim manapun. Namun, pemain terbanyak yang merasakan gelar Liga Champions tersebut, memprediksi skor final antara Juventus dan Real Madrid, tak akan lebih dari satu gol.

Tetapi, dia tak mau memberikan pandangan tentang siapa yang memiliki skor satu tersebut. "Saya tidak berharap banyak gol dalam pertandingan ini. Mungkin hanya 1-0. Tapi, baik Juventus maupun Real Madrid, saya rasa memiliki kemampuan yang sama," ujar dia.

Legenda sepak bola Belanda, Edgar Davids pun punya penilian serupa. Mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut, menilai dua kesebelasan punya kelebihan dan kekurangan. Real Madrid, kata dia punya dua pekerjaan berat dalam laga kali ini. Sementara Juventus, cuma punya satu pekerjaan terberat.

Davids menilai, jika Juventus ingin menang, Cristiano Ronaldo harus dipastikan tak mendapatkan bola dan peluang. Sebaliknya, jika Real Madrid menghendaki trofi kembali pulang ke Santiago Bernabeu, Dyabala dan Higuan, harus dibikin tak bergerak. "Real Madrid punya rekor bagus. Ronaldo bisa membuat perbedaan kapan saja. Masalahnya, Juventus punya Higuan dan Dybala yang sangat kuat," ujar dia.

Namun, siapapun yang pulang dengan gelar Liga Champions Eropa malam nanti, sama-sama bakal mencatatkan rekor baru. Bagi Real Madrid, jika berhasil mempertahankan gelar juara, akan mencatatkan dua rekor sekaligus. Sebagai peraih trofi terbanyak, sebanyak 12 kali, sekaligus menjadi tim yang pertama meraih trofi Kuping Besar tiga musim berturut.

Sedangkan, jika Juventus yang berhasil membikin tumbang Real Madrid, akan mencatatkan namanya, sebagi salah satu tim elite di Eropa, yang berhasil meraih tiga gelar dalam semusim. Tahun ini, Juventus sudah mengamanka, gelar Piala Italia dan juara Serie A Italia, 2016/2017.


Sumber : Republika.co.id.
Posting Komentar