Waspada Daging Berpenyakit, Distan Pelototi Pasar Tradisional - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Kamis, 01 Juni 2017

Waspada Daging Berpenyakit, Distan Pelototi Pasar Tradisional

KARAWANG - PEKA - Guna mencegah beredarnya daging sapi dan daging ayam tidak sehat, Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Karawang, melalui kesehatan masyarakat Veteriner (Kesmavet), sidak sejumlah pasar tradisional di Wadas dan Cilamaya Rabu 30/6 kemarin.

Ilustrasi daging
Dikatakan Tim Kesmavet Distanhutbunak Karawang, Sugiharto mengatakan, pihaknya monitor pedagang daging di Pasar Cilamaya dan Pasar Wadas. Namun, sampai saat ini, diakui Sugih, belum ada temuan berarti kaitan penyakit atau campuran zat berbahaya seperti formalin dan lainya dilapagan, tapi tetap sebut Sugih, pihaknya ambil sampel daging sapi dan ayam yang kira-kira kurang baik, seperti tidak kelihatan segar, karena nanti daging ayam dan sapi yang diambil itu akan di uji mikrobilogi. Tapi, khusus pada daging ayam, jenis yang diambil sampel adalah dari daging beku yang rata-rata dikirim dari Bekasi.
 
"Kita ambil sampel saja, nanti diuji di Mikrobiologi, sejauh ini belum ada temuan yang berarti," Pungkasnya.

Kepala UPTD Pertanian Lemahabang, Dedi mengungkapkan, pihaknya ikut serta mendampingi bidang peternakan dalam pengawasan Kesmavet di kios daging dan ayam di pasar Wadas. Di harapkan pengawasan ini untuk memberikan rasa aman bagi para penjual dan pembeli daging dan ayam di pasar. Sebab, di khawatirkan beredar daging dan ayam yang diduga terkena penyakit masih dijual belikan. Namun memang, sambung Dedi, dari hasil pantauan di pasar Wadas, baru di ambil sampel jeroan sapi dan ayam untuk di uji di lab, apakah daging tersebut sehat layak konsumsi atau ada penyakit dari campuran zat berbahaya. 
 
"Kita ikut mendampingi, tujuannya untuk memberikan rasa aman, karena khawatir banyak daging tak layak konsumsi masih dijual belikan," Ungkapnya.

Dedi menambahkan,  para pedagang di pasar Wadas khususnya pedagang daging dan ayam  yang memberikan informasi, diapresiasinya, karena secara jelas mengungkapkan komunikasi yang baik  dan apa adanya, seperti kaitan masalah daging atau ayam darimana di perolehnya, berapa harganya? Dan lainnya. Semoga saja sebutnya, konsistensi ini terus dijalankan pedagang baik saat menjelang puasa, jelang Idul Fitri maupun dihari-hari biasa.
 
"Alhamdulillah, pedagangnya komunikatif tuh, semoga konsisten seperti ini dalam menjajakan dagangannya," Pungkasnya.#rs-fr.
Posting Komentar