Benarkah Nasib Kepala Sekolah Ditangan UPTD?,Ini Jawabanya

0
Karawang,- Tahun ini, Kepala Sekolah (Kepsek) memang sudah tanpa priodesasi lagi menjadi guru setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2017. Namun, meskipun jabatan berlanjut sampai pensiun tanpa risih kembali jadi guru, belum menjamin sang Kepsek bisa langgeng mempertahankan jabatan jika kinerjanya buruk dan terancam dicopot ditengah jalan.

Dikatakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cilamaya Kulon, H Udin Mahpudin. Kepala Sekolah boleh saja senang karena tidak risih lagi saat jelang memasuki masa Priodesasi yang membuatnya kembali menjadi guru setelah PP 19 terbit, bahkan saking khawatirnya kembali menjadi guru lantaran setelah menjabat 8 tahun harus kembali menjadi guru, karir para Kepsek lebih dominan menanjak beralih ke jabatan Fungsional seperti menjadi Pengawas dan Penilik. Namun, terhitung tahun ini, kepsek bukan lagi 8 tahun, melainkan langgeng sampai pensiun. Hanya saja sebut Udin,  kelanggengan itu normatif, sebab UPTD dan Pengawas berhak melakukan evaluasi dan pertimbangan jika ada beberapa Kepsek yang berkinerja buruk. Artinya, ada dan tidak ada priodesasi, Kepsek buruk tidak perlu dipertahankan perpanjangan SK nya, begitupun sebaliknya, jika berkinerja bagus seperti mampu memecahkan persoalan disekolah, mampu mengelola dana bos dengan baik dan lainnya, bisa diusulkan untuk terus berlanjut, dengan kata lain, jabatan bisa langgeng kalau berkinerja bagus. Atau juga sebut Udin, memilih mundur, alasan sakit dan lainnya," Memang tanpa priodesasi ini bagus, tapi gak jamin setiap Kepsek langgeng sampai pensiun juga kan, kita lihat dulu kinerjanya," Ujarnya.(10/7).

Lebih jauh Udin menambahkan, 16 Kepsek di Cilamaya Kulon seyogyanya memang habis masanya atau priodesasi, namun seiring terbitnya PP, SK kembali bisa di usulkan pihaknya untuk diteruskan, itupun yang mau dipertahankan dengan catatan kinerjanya yang baik, karena yang tidak baik pihaknya juga berhak untuk tidak menindaklanjutinya. Tinggal dimana peran para Calon Kepala Sekolah (Cakep) yang waitinglist jika priodesasi dihilagkan ?, maka sebut Udin, yang masih daftar tunggu itu bukan lagi menunggu kapan satu atau dua orang Kepsek yang akan priodesasi, melainkan kapan beberapa Kepsek yang masih definitif tersebut pensiun, atau bisa juga karena faktor insidentil saja seperti ada Kepsek yang jadi Penilik, Pengawas dan atau yang mengundurkan diri, karena Kepsek yang diperpanjang maupun yang baru harus mengantongi SK Bupati, jika tidak yang berarti yang dipegangnya adalah bodong." Yang waitinglist bukan nunggu yang priodesasi sekarang mah jadinya, tapi menunggu yang pensiun," Tutupnya.

Penulis :Ruri.
Posting Komentar