Gila.. Ada Oknum Pejabat Asda 2 "Main Mata" - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Senin, 31 Juli 2017

Gila.. Ada Oknum Pejabat Asda 2 "Main Mata"

KARAWANG. - Gila.. ada oknum pejabat yang mengurus pengelolaan Pasar Cilamaya diduga "Main Mata" dengan salah satu pengembang pasar tersebut. Sehingga salah satu pengusaha yang dirugikan akibat tingkah oknum pejabat.
Belum lama ini Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) PT Barokah Putra Delapan dengan Pemkab Karawang, yang ditandatangan oleh Bupati Cellica Nurrachadiana. 

MoU yang dibuat tersebut untuk pekerjaan perencanaan dan DED Pasar Cilamaya, dikerjakan PT Barokah Putra Delapan sebagai pemenang seleksi penjaringan oleh TKKSD.

Namun disayangkan, hasil seleksi pengembang pasar ini diduga tidak transparan. Sebab tahun 2016 ada tiga pengembang yang melamar pengelolaan Pasar Cilamaya. Adalah PT Bumi Biru, PT Barokah Putra Delapan dan PT Jatimurni.

Akan tetapi, pada saat pemaparan konsep pengelolaan pasar di TKKSD, PT Jatimurni tidak masuk pada seleksi tersebut. Padahal sudah satu tahun mendaftar melalui Assisten Daerah II Bidang Pembangunan Pemkab Karawang dengan pemberkasan dan dokumen lengkap.

Menganai hal tersebut, Kabag Kerjasama Daerah Pemkab Karawang, Arief Bijaksana, mengaku tidak mengetahui ada PT Jatimurni mendaftar sebagai peserta untuk mengikuti seleksi perencangaan pembangunan dan DED Pasar Cikampek.

Menurut Arief, berkas yang dia terima dari Bidang Ekonomi Asda II ada dua pengembang yang masuk, yaitu PT Bumi Biru dan PT Barokah Putra Delapan. Sehingga ia melakukan seleksi dua pengembang saja.

"Berkas yang saya terima ada dua. Maka TKKSD melakukan seleksi dua pengembang. Kalau PT Bumi Biru tidak siap, karena Pasar Cilamaya 1,2 hektar luasnya. Sehingga kita putuskan MoU jatuh ada PT Barokah Putra Delapan, sebagai  perencanaan Pembuatan Studi kelayakan (FS). 
 Pembuatan master plan dan detail engineering design (DED).  Pengajuan Amdal dan Amdalalin.  Pendataan para pedagang dan Sosialisasi kepada pedagang," kata Arief.

Ia menjelaskan,  dua perusahaan yang menyatakan minat untuk membangun Pasar Cilamaya yang masuk ke TKKSD Kabupaten Karawang, yaitu PT Barokah Putra Delapan melalui surat dan proposal Nomor 07/BPD/VII/2016 pada tanggal 22 Agustus 2016 tentang Permohonan Pembangunan Pasar Cilamaya Karawang. 

PT Bumi Biru Konstruksi melalui surat dan proposal Nomor 001/BBK/VII/2016 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Pernyataan Minat Kerjasama Revitalisasi Pasar Cilamaya. 

Kemudain TKKSD mengundang dua perusahaan tersebut untuk melakukan ekspose dihadapan TKKSD pada tanggal 15 Juni 2017. TKKSD menyampaikan rekomendasi kepada Bupati Karawang berdasarkan ekspose dari dua perusahaan tersebut. 

"Pada 13 Juli 2017 dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Barokah Putra Delapan dengan Pemkab Karawang, dengan maksud dan tujuan MOU yang ditandatangani ini hanya sebatas untuk persiapan pembangunan pasar Cilamaya," ujarnya.

Menurutnya,  hasil kesepakatan berrsama atau MoU, sebagai persiapan pembangunan dan bahan untuk dilaksanakannya lelang untuk pembangunan pasar Cilamaya.   Bahwa kesepakatan bersama tersebut bukan menunjuk langsung untuk pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan Pasar Cilamaya, tetapi untuk perencanaan pembangunan, yaitu pembuatan dokumen perencanaan seperti FS, DED, Amdal dan lain-lain, dan dikerjakan oleh kedua belah pihak.

"Rencana lelang pasar Cilamaya secara terbuka akan dilaksanakan setelah perencanaan yang dibuat bersama berdasarkan hasil kesepakatan bersama di atas, yaitu setelah enam bulan sejak bulan Juni 2017," kata Arief, yang juga sekretaris TKKD.

Dikatakan, PT Barokah Putra Delapan sebagai sebagai pemrakarsa pembangunan pasar Cilamaya dapat mengikuti lelang atau tidak lelang dengan catatan biaya yang sudah dikeluarkan akan diperhitungkan dalam dokumen lelang.

"Untuk PT Jatimurni tidak masuk kepada TKKSD. Bisa dikonfirmasi ke bagian pendaftaran awal, karena Bidang Kerjasama ini baru dibentuk 6 bulan lalu," tandasnya.

Atas hal tersebut, PT Jatimurni merasa dirugikan karena sudah mendaftarkan pada tahun 2016 dengan pemberkasan lengkap. Namun saat ada ekspose tidak dilibatkan oleh Pemkab Karawang.

Penulis : Oca
Editor : Farida
Posting Komentar