GMNI Karawang Desak BK Panggil Ketua DPRD, Terkait Ini

0
KARAWANG.- berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media terkait kisruh yang terjadi di kubu Ketua DPRD Karawang dengan Kepala Dinas PUPR sehingga membuat terganjalnya sejumlah proyek pembangunan, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang mengambil sikap. Kepada Pimpinan DPRD Karawang melalui wakil ketua III Budianto GMNI melayangkan surat dugaan pelanggaran kode etik dan menuntut pihak Badan Kehormatan DPRD Karawang untuk segera memanggil ketua DPRD demi adanya titik terang di tengah pandangan masyarakat (31/7).

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar dan Politik DPC GMNI Karawang Acim Bahrudin menyebutkan, jika Badan Kehormatan DPRD tidak kunjung mengambil sikap, maka permasalahan ini akan terus berlarut dan akan mempertegas bahwa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat semakin bobrok.

"Saya kira permasalahan tersebut harus segera selesai, masih banyak persoalan lain yang lebih mengarah kepada kepentingan rakyat di banding ngurusin masalah yang gak jelas asal muasalnya" terang Acim Bahrudin.

GMNI pun menilai DPRD sebagai lembaga yang mewakili masyarakat sudah semestinya bersih dari isue tidak sedap, maka jika ada satu isue saja yang hinggap di tubuh DPRD apalagi kali ini pada ranah ketua dewan harus segera dibenahi.

"Harapan saya DPRD karawang mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat agar masyarakat tetap percaya dan kepentingan kepentingannya tetap terakomodir." Tegasnya Acim.

GMNI sendiri memberi batas waktu selama 7 hari pasca dilayangkannya surat tersebut untuk BK dapat bertindak, jika hal itu dibiarkan maka GMNI komitmen akan terus melanjutkannya hingga tuntas.

"Kalau misalnya ini dibiarkan artinya untuk apa BK ini ada, dalam aturan tatib DPRD kan jelas tugas dan fungsinya BK."pungkasnya.

Sementara itu Budianto wakil ketua 3 DPRD Karawang saat menerima pengurus GMNI Karawang di ruang kerjanya mengakui pihaknya tidak merasa ada permasalahan serius yang terjadi terkait dengan isue yang beredar saat ini, namun pihaknya akan tetap menjalankan ritme peraturan yang berlaku berkaitan dengan surat yang dilayangkan GMNI.

"Nanti kami tindak lanjuti, yang jelas sejauh ini setelah rapat yang kami lakukan ya tidak ada masalah apa-apa,"ungkapnya.


Editor : Farida
Posting Komentar