LMDH Karawang Tolak Program Wanatani Pemerintah Pusat

0
KARAWANG-.Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH)  Kabupaten Karawang menolak program pemerintah pusat dengan program Wanatani Nusantara bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al Baghdadi di Rengasdengklok.
.com/-eSyneShPE28/WXWqnNlpL0I/AAAAAAABipA/UaelWsWdi6A6Tf1bMJWxZIZc3sRIu6eOQCHMYCw/s640/
Penolakan itu disampaikan LMDH di sekretariat LSM Lodaya, Senin (24/7) kepada awak media. "Kami menolak program pemerintah pusat Wanatani Nusantara, yang menggusur daerah hutan," kata Nace Permana, pendamping LMDH.

Dikabarkan bakal mengubah hutan produksi menjadi ladang jagung. Dalam surat keputusan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan nomor SK.16/PSKL/SET/KUM.1/2017, Al Baghdadi bakal bermitra dengan Perum Perhutani menggarap 2.946 hektare tanah di hutan Kutatandingan. 

Melalui Gerakan Wanatani Nusantara, pesantren itu bakal dibina oleh Perum Perhutani untuk menata ulang hutan menjadi ladang di tiga kecamatan.Dengan sistem perhutanan sosial, kerjasama antara Perhutani dengan Al Baghdadi bakal berlangsung selama 35 tahun.

Surat yang ditandatangani oleh Hadi Daryanto, Kepalala Direktur Jenderal Perhutanan sosial dan Kemitraan Lingkungan pada Jumat, 7 Juli 2017 itu menyatakan, ladang jagung tersebut bakal digarap oleh kelompok petani yang tergabung dalam sebuah perseroan terbatas. 

Pembuatan ladang jagung tersebut diselenggarakan oleh 9 Kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.  

Penulis : Oca
Editor : Farida
Posting Komentar