Iklan
Loading...

Mungkin Ini Solusi Terbaik Untuk Penuntasan Kisruh DPRD VS Kadis PUPR Karawang

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Kamis, Juli 20


Karawang-.Gonjang-ganjing di Karawang yang sudah berjalan dalam satu pekan sudah dianggap hal kurang mawas dan tak patut dipertontonkan oleh siapapun manakala Kabupaten ini sedang menjalankan  pembangunan (kejar serapan anggaran.red).


Saya menilai gonjang- ganjingnya antara DPRD dan Kadis PUPR Kabupaten Karawang sangat lucu dan terkesan" kawas anak TK baru masuk kelas ditahun ajaran baru",karena ujungnya yang tampak bukan sikap kecerdasan,kemauan berubah dan kearifan melainkan suasana eforia saja,ucap Jaka,(40),warga Kecamatan Tempuran.(20/7/2017).

Maaf bukan untuk menggurui dan menghinakan tapi merasa turut prihatin juga karena sebagai rakyat pun merasa berhak untuk bersuara, seharusnya mau Ketua DPRD atau pihak Kadis PUPR Karawang mencari solusi terbaik bukan terus berpolimek dimedia masa,cetusnya.

Hasil gambar untuk cellica dan ajamKenapa saya mengatakan demikian,sambung Jamal,setelah beredarnya pemberitaan dimedia masa,adakah  niat dari ketua kang Toto dan kang Ajam untuk duduk bersama memecahkan masalah ataukah sudah keduanya bertemu.Sampai pagi ini,tak ada satu pun informasi yang dikabarkan atau dari media masa yang memberitakan sedang ditempuh cara penuntasan masalah.Jangan terus gayung bersambut karena bukan menuntaskan masalah tapi menambahnya,sesal Jaka.

Saya bukan ga suka adanya hak interpelasi DPRD tapi untuk apa,atau memang untuk mencari kepuasan bahtin atau menunjukan kebuasan dan kekuasaan.Hemat saya pula untuk hak ietrenpelasi belum waktu karena pengerjaan PUPR yangsekarang sedang dikerjakan ditakutkan akan menggangu prosesnya,terkecuali kedepan tidak terserapnya anggaran lalu diketemukan dugaan negative oleh oknum-oknum PUPR atau terlanggarnya sebuah komitemen yang sudah dibangun,ya mangga mau hak Interpelasi,Angket atau apapun namanya terserah karena itu hak wakil rakyat,tapi salahkan bila diantara kita  memberikan waktu kepada kang Ajam untuk mengevalsui internalnya,tuturnya.

Kita tahu bersama masih banyak pekerjaan yang harus lebih diperhatikan oleh pihak PUPR dan dewan Karawang yakni kontroling bersama terkait pengerjaan yang sedang dikerjakan oleh rekanan atau pemborong,dan itu saya rasa lebih penting dibandingakan perang urat syaraf,tambahnya.

Terkait surat ke bupati dari DPRD Karawang dan tindak lanjutnya.Diyakini kang Ajam sudah membacanya dan tahu percis seperti apa harus mensikapinya.Namun perlu dicatat isi permintaan evaluasi boleh disampaikan oleh DPRD tapi jangan terkesan mengintervensi kebijakan bupati termasuk untuk mencopot atau melanggengkan jabatan Kadis PUPR.Biarkan semua mengalir (telaah,red) dan mohon diperhatikan,pinta Jaka,sebagai rakyat kecil tidak meminta pula kepada Kadis PUPR dan DPRD Karawang untuk berdamai karena tupoksi tetap harus normal dan obyektif namun bermitralah secara seimbang dan jelas.

Saya sangat yakini,ucap Jaka.Masalah ini baru bisa beres kalau dilakoni dengan duduk bareng kedua belah pihak lalu sampaikan semuanya agar makin terang-benerang bukan makin perang,pungkas Jaka.

Penulis : Uus
Penulis : Abhy Sehabudin KS

Previous
« Prev Post

Related Posts

Kamis, Juli 20, 2017

0 komentar: