Iklan
Loading...

Pemkab Karawang Harus Putuskan Kemitraan Dengan Yayasan Penyalur Dana Yatim Piatu Yang Meminta Uang Jasa

Posted by PELITA KARAWANG on Sabtu, 29 Juli 2017

KARAWANG-.Sebelumnya dikabarkan Kartu Sejahtera (KS) untuk anak-anak yatim sudah diturunkan Pemkab Karawang sepekan terakhir.Kartu dengan latar belakang putih hijau tersebut bakal menjadi data utama pemberian santunan Rp 140 ribu perbulannya bagi Yatim dibawah usia 15 tahun.(29/7)

Dan kali ini tersiar kabar kurang menyedapkan muncul kepermukaan ,pasalnya diduga salah satunya yayasan yang katanya menjadi mitra untuk penyaluran dan yatim piatu malah memotong bantuan APBD II tersebut sampai 20 persen,dengan dalih uang jasa.

Dan diketahui pula hampir 50 yayasan di Karawang sudah  menjadi mitra penyaluran padahal aturan yang ada hanya merujuk kepada OPD terkait dan kantor POS untuk penyaluran terdekat,seperti hal Mensos menyalurkan PKH dan BLT.
Cilamaya-20170724-04329 
Atas kondisi tersebut banyak warga meminta agar type kerjasama dengan yayasan dibatalkan atau direvisi ulang dan  Bupati Karawang harus membatalkan kemitraan dengan yaysan terkecuali pihak yang bermitra tanpa pengurangan uang diterima oleh yatim piatu.

Bantuan langsung seperti melalui yayasan mesti dikaji ulang bila perlu dihentikan.Cukup merujuk cara Mensons hal menggelontorkan dana PKH dan BLT lewat kantor POS dan OPD terkait,ucap narasumber.

Bupati harus hentikan kerjasama dengan yayasan penyaluran dana yatim piatu yang diduga telah nakal karena sudah mengurangi jumlah juga menjual jasa kepada orang-orang yang jelas-jelas kondisinya perlu dibantu,bukan malah dibuat susah,tegas narasumber.

Dede Suhanto, Kasie Kesos Cilamaya Kulon mengatakan, Kartu Sejahtera (KS) ini sangat dirasakan manfaatnya bagi anak-anak yatim di desa. Pihaknya mendukung upaya Pemkab dalam merapihkan santunan anak yatim melalui data dan kartu kepemilikannya. Dengan melibatkan Pemerintah desa yang tahu data-data dan kondisi anak yatim dilapangan, syarat pengajuannya juga mudah diakses walau hanya dengan melampirkan KK dan KTP keluarga yatim, jika perlu tambahan juga bisa dilampirkan SKTM, KKS dan keterangan lainnya. Saat ini sambung Dede, anak Yatim di Cilamaya Kulon baru 120 orang yang dicover Kartu Sejahtera (KS) Pemkab ini, karena masing-masing desa baru dijatah 10 yatim, tapi kedepan, penyisiran dan ajuan masih akan terus berkelanjutan. Besar harapan memang, baik nominal Rp 140 ribu perbulan bisa bertambah ditahun depan, termasuk kuotanya." Jelas sangat membantu, bahkan dibanding PKH, nominalnya lebih besar ini buat anak yatim mah," Pungkasnya.
·          

Previous
« Prev Post

Related Posts

Sabtu, Juli 29, 2017

0 komentar: