PGRI - UPTD Cilamaya Wetan Menggelar Halal Bilhalal

0
Karawang,PEKA.- Hari pertama kerja, Guru dan Kepala SD masih disibukan dengan rutinitas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), namun tidak mengurangi momen silaturahmi dan halal bihalal paska libur lebaran seperti yang dilakukan PGRI dan UPTD Pendidikan Cilamaya Wetan Senin sore 3/7.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cilamaya Wetan, AT Sukarsa mengatakan,  kegiatan halal bihalal bersama guru dan Kepala SD ini digelar khidmat dengan dizikir dan doa bersama diaula PGRI. Sebelum memulai aktivitas dan rutinitas yang padat, pihaknya bersama PGRI menjadikan hari pertama kerja itu untuk saling memaafkan setelah idul fitri, baik secara individu, organisasi, maupun kedinasan. Diharapkan, dengan suasana fitri, semua kesalahan dan kekhilafan selama mengelola program, kegiatan dan kepegawaian bisa termaafkan dan membuka lembaran baru untuk terus sama-sama meningkatkan etos kerja. " Kegiatannya ya dzikir dan doa bersama saja, saling memaafkan baik individu maupun kedinasan," Ungkapnya.

Mantan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Jatisari ini menambahkan,
Kaitan hari kerja, dirinya berpesan kepada semua Kepsek dan guru termasuk organisasi PGRI untuk sama-sama sikapi kaitan Permendikbud nomor 17 tahun 2017 perihal PPDB, sebab, pembatasan kuota siswa, jumlah rombel dan konsekwensinya harus disikapi bersama dengan cermat dan bijaksana. Karena dirinya yakin aakan ada dampak positif dan negatif bahkan pro kontra di masyarakat. Untuk itu, dirinya mengajak semua guru dan Kepsek untuk cermat dan bijaksana dalam menyikapinya secara menyeluruh." Dimomen ini kita ajak para guru dan Kepsek cermat dan bijaksana sikapi aturan PPDB ," Pesannya.

Ketua PGRI Cilamaya Wetan, Hadis S.pd mengatakan, setelah idul fitri dan liburan, momen saling memaafkan ini merupakan tradisi yang harus dijaga untuk mensucikan diri. Dirinya serukan semua guru untuk aktif lagi meningkatkan etos kerja dihari-hari biasa, karena masih banyak PR dan tugas menanti untuk mendidik, mengarahkan dan melaksanakan program dan kegiatan pendidikan. Sebab, adalah orang yang beruntung jika hari-hari besok lebih baik dari hari ini, dsebaliknya, sangat rugi jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak optimal mensukseskan pendidikan lewat tangan-tangan guru yang bijak, ditengah segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, guru harus terus berjuang mencetak generasi yang lebih baik." Setelah saling memaafkan, ayo tingkatkan etos kerja lebih baik dimasing-masing sekolah," Ujarnya.

Penulis :RS
Area lampiran
Posting Komentar