Ratusan Siswa SMP Fathonul Burhan, Sekolah Sambil Mondok - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Senin, 24 Juli 2017

Ratusan Siswa SMP Fathonul Burhan, Sekolah Sambil Mondok


Karawang, - Sebayak 180 calon siswa baru SMP Islam Fathonul Burhan Desa Lemahkarya Kecamatan Tempuran, resmi meyandang status siswa dan santri setelah penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar Rabu - Sabtu (22/7). Selain dibekali materi umum, para siswa baru juga dianjurkan mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Baitul Burhan tak jauh dari komplek SMP.
 
Ketua panitia MPLS SMP Islam Fathonul Burhan,  Ahmad Fauzi S.Pdi mengatakan, sepekan Pondok Pesantren Baitul Burhan menyambut santri baru dari berbagai Kabupaten/kota di Jawa Barat, setelahya MPLS baru bisa digelar Rabu - Sabtu 19 - 22 kemarin, selain disuguhi materi-materi pengenalan sekolah pada umumnya, para siswa juga disuguhi adaptasi kemandirian, baik secara kelompok, individu dan peregu dengan games, penyuluhan dan  diakhiri kegiatan Out Bond.  Tidak itu saja sebut Fauzi, ada tambahan materi-materi pengenalan lingkungan pondok pesantren yang terintegrasi dengan sekolah, pasalnya, selain menimba ilmu di sekolah juga dianjurkan mendalami keagamaan di pondok pesantren yang masih satu yayasan, diharapkan sedikitnya 180 siswa baru sudah mulai bisa adaptasi, baik disekolah maupun kemandirian hidup di pesantren." Sekolah ya Sambil mondok, ini terintegrasi untuk menciptakan regenerasi berakhlak dan kompetitif," Ujarnya.

Kepala SMP Islam Fathonul Burhan, Ajang Syaeful Khiyar S.pdi mengatakan, ditahun ajaran baru 2017/2018 ini, pihaknya terima siswa baru sebanyak 180 orang. Masa-masa pertama lebih awal, para siswa ini disambut kegiatan di Pondok Pesantren dengan beragam agenda sambut tamu yang disediakan Pimpinan Pesantren KH Sofwan Abdul Ghoni. Rampung kegiatan di Pesantren, para siswa baru langsung masuk masa orientasi sekolah sejak Rabu - Sabtu akhir pekan kemarin. Pihak Sekolah arahkan, agar kiranya panitia MPLS bisa menggembleng para lulusan SD/MI dari berbagai kabupaten/kota ini suguhkan kegiatan yang membuatnya happy dan betah bradaptasi bukan saja di sekolah, tetapi juga di Pondok Pesantren. Yakinkan anak-anak baru pesan Ajang, bahwa menimba ilmu yang jauh jarak maupun jauh dari orangtua, kiranya bisa lebih fokus dan terarah. Jangan pikirkan lain-lain sebutnya, karena biaya hidup dan pendidikan sudah menjadi tanggungjawab orangtua, karena kewajiban dan tugas siswa dan santri adalah mendalami ilmu di pesantren dan sekolah." MPLS di Swasta lebih maksimal, karena bukan adaptasi disekolah saja, tetapi juga di pesantren," Ujarnya.

Lebih jauh Ia berharap, dengan berakhirnya masa MPLS dan Outbond, diharapkan para siswa baru ini semakin terarah dan berprestasi, bukan saja di akademik dan non akademik, tetapi juga berprestasi dibidang keagamaan, sehingga bukan saja melahirkan lulusan menjadi teknokarat, birokrat, pengusaha maupun politisi, tetapi juga melahirkan Kiai dan Ulama yang digembleng dari Pesantren." Kita berharap, para lulusan nanti ini selain lahirkan ahli-ahli tekokrat, juga tumbuh ulama-ulama da dai handal," Pungkasnya.

Penulis : Ruri
Editor   : Farida
Posting Komentar