Warga Ini Sebut Pemda & DPRD Karawang Lemah - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

Minggu, 09 Juli 2017

Warga Ini Sebut Pemda & DPRD Karawang Lemah

Karawang,-.Batalnya bantuan dana provinsi untuk obyek pariwisata Tanjung Baru di Kecmatan Cilamaya Kulon dinilai oleh warga setempat sebagai bentuk kegagalan komunikasi DPRD Karawang (Komisi C )dengan pihak -pihak terkait di Jawa Barat.

Mau berdalih apa Komisi C plus Pemda Karawang sudah gagal memperjuangkan bantuan untuk obyek wisata Tanjung Baru.Kegagalan ini diyakini akibat tidak bisaannya mereka menyakinkan mana lebih penting,utama dan menjadi kebutuhan mendesak,ucap Sahro.(9/7).

Jika Kades Markus merasa kecewa, itu adalah wajar karena dirinya sudah lelah menanti dan sempat keluar uang untuk menjamu tamu-tamu saat survei ke lokasi,tuturnya.

Kegagalan bantuan untuk Tanjung Baru adalah mutlak ketidak bisaan wakil rakyat khususnya asal Dapil 4 dan rekan-rekannya di Komisi C serta dinas pariwisata Karawang.Mereka diyakini tak bisa menjelaskan bahwa Tanjung Baru lebih membutuhkan selain untuk obyek wisatanya juga diharapkan dampak pembangunannya lainnya adalah mengatasi abrasi pantai yang makin parah,ulas Sahro.

Lebih parahnya lagi ucap dia."Pemda dan DPRD Karawang juga telah gatot dalam memperjuangkan bantuan pembangunan di makam syeh Quro Lemahabang. ini semua akibat mereka bersikap lemah dalam komunikasi,pungkas Sahro

Sebelumnya Kades Pasirjaya,Cilamaya Kulon Mahrus Umar mengatakan, anggaan Rp 10 Milyar dari Provinsi membuatnya sumringah, bahkan dirinya rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyambut tim survey dari Disparbud, Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dan Komisi C DPRD Karawang untuk sebatas makan minum dilaut Tanjungbaru sejak 2013. Sayangnya, ditahun 2014 , Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jawa Barat justru mengalihkannya untuk Gren Canyon di Kecamatan Pangkalan. Itu, sempat membuat malu anggota DPRD Komisi C, hingga akhirnya diperjuangkan lagi ditahun yang sama di ABT, saat itulah muncul angka Rp 9,4 Milyar untuk pengembangannya, namun karena sudah deadline akhir tahun, batal lagi dan masuk ke tahun 2015. sayangnya ditahun ini juga sebut Mahrus, sama Apesnya, anggaran yang seyogyanya ada, terjadi pemangkasan DAU hingga akhirnya ditunda ke 2016. Lelah menunggu, nasib masih belum juga memihak, ditahun 2016 mau direaliasiakan, justru Gubernur menyedot anggaran untuk pelaksanaan PON Jabar. Hasilnya, nihil lagi." Panjang sejarah Rp 10 Milyar tuh, dari 2013 - 2016 saja cape kita nunggunya," Keluhnya.

Merasa percaya diri ditahun 2017 ini bakal direalisasikan, sambung Mahrus, dirinya berharap pengembangan wisata Tanjungbaru, Green Canyon dan Syech Quro bisa terwujud, karena rapat koordinasi dan konsultasi sudah dimatangkan Disbudpar Karawang. Namun, lagi-lagi, pihaknya harus menelan pil pahit, Sebab, Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Barat kabarnya di mutasi dan berulang lagi administrasinya dari nol. Bahkan, disebutkan Baik Tanjungbaru, Syech Quro dan Green Canyon tidak muncul satupun anggarannya ditahun ini. Artinya, ditahun ini batal lagi. Namun, harapan dan janji itu masih saja ada, baik dari Bupati, Sekda provinsi Jawa Barat dan Disbudpar bahwa tahun depan atau 2018 sudah disiapkan, dan ketiganya harus kembali membuat DED nya. Semuanya itu sambung Mahrus, adalah sekelumit " Bantuan Mati di Makan Dongeng"," 10 Miliar mati dimakan dongeng, sudah gak ngarep lagi, datang syukur, enggak juga tidak apa-apa," Keluhnya.

Penulis :Rs
Posting Komentar