Wow Ampun Karawang Krisis Sampah

0
Karawang -"Saat ini permasalahan sampah di Karawang sudah memasuki masa krisis maka sangat membutuhkan penanggulang serius dan krusial,pasalnya, selain banyak sampah yang perlu diangkut disetiap peloksok desa dan penjuru kota juga dibutuhkan kesadaran dari masyarakat sendiri untuk lebih peduli lingkungan selain sangat dibutuhkan pula penambahan armada untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan terakir yakni di Jalupang".Demikian disampaikan oleh Kabid Kebersihan DLHK Kabupaten Karawang,saat ditemui dikantornya.(20/7).

Saat ini ,lanjut Nevi Kabid Kebersihan DLHK.Kami hanya memiliki 56 aramda angkut dan itu sangat jauh dari cukup karena untuk sehari saja di Karawang mesti diangkut tidak kurang dari 600 ton.Itu pun sampah belum terangkut semua karena baru diperkotaan saja belum lagi sampah -sampah dipedesaan,ungkap Nevi.

Tak hanya itu permasalahan sampah di Karawang sambungnya,karena luas wilayah dana jarak tempuh dari satu tempat pembuang sampah (TPS) cukup berjauhan dan banyak banget TPS liar belum lagi minimnya kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan misal saat buang sampah selalu sembarangan.Karena sampah berserakan pun menjadi faktor kesulitan tenaga DLHK untuk efesiensi bekerja dan berdampak memperhambat waktu,jelasnya.

Kesulitan-kesulitan itu bisa diatasi dan bisa sedkit berkurang manakala armada sampah memadai atau dicukupi.Untuk itu,dari armada yang berjumlah total hanya 56 buah mesti ditambah menjadi 70 atau 80an,tandasnya.

Masih kata Nevi,kami sudah mengajukan ke Pemda melalui Bapeda tentang kebutuhan tambahan armada angkut sampah,samalah sudah pula disodorkan ke Banggar DPRD.Semoga di tahun anggaran perubahan sekarang terkabulkan,harap Kabid Nevi.

Wawan Setiawan Kadis LHK Kabuapten Karawang saat akan dikonpirmasi keluhan Kabid Kebersihan,pejabat yang baru menjabat resmi mulai hari ini Kamis,20/7,terlihat cukup sibuk.

Dan dilain tempat,di DPRD Karawang Tim Banggar juga terlihat sedang sibuk pula karena berlangsungnya rapat Banggar dengan OPD-OPD Pemkab Karawang.

Penulis :Lili Hambali
Editor : Farida
Posting Komentar