Ya Allah,Remaja Asal Ciampel Karawang Terjangkit Virus Polio

0
Karawang ,PEKA.- Sudah 17 tahun, Wasti tidak mampu berdiri lama. Sejak bayi, ia melalui hari dengan hanya duduk atau berbaring. Untuk berpindah tempat, ia biasa berguling-guling atau digendong ibunya yang bernama Rusmin, 35 tahun.

Warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terjangkit virus polio.

Menurut Rusmin, anak pertamanya itu telah diberi vaksin polio. Namun pada usia 11 bulan, kaki dan tangan Wasti tampak tak normal. Kondisi itu tak berubah hingga saat ditemui.

Di siang hari yang terik, Wasti dan keluarganya di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang, Senin, (3/7). Sambil digendong ibunya, Wasti terlihat lemas. Kaki dan tangan remaja perempuan ini terkulai lemah.

Sesekali Wasti terlihat meringis seperti menahan sakit. Ia tetap ikut anter mengurus KTP elektronik. "Kami ngurus KTP karena ingin bikin BPJS untuk Wasti," kata Darta, ayah kandung Wasti.

Kondisi keluarga Wasti yang memprihatinkan sempat menyita perhatian beberapa pegawai di Disdukcapil Kabupaten Karawang.

Seorang petugas administrasi menghampiri keluarga Wasti. Dengan mata berkaca-kaca, petugas itu melayani keluarga Wasti agar tidak mengantre.

Darta bercerita, kondisi fisik yang lemah membuat Wasti kerap sakit. Menurut Darta, sudah delapan tahun, Wasti tak kunjung sembuh lantaran sakit lambung. Berbagai upaya dilakukan mulai dari berobat ke puskesmas terdekat hingga ke pengobatan alternatif di Jakarta. Sayangnya, Wasti tidak pernah sekalipun berobat ke rumah sakit.

"Karena kami tidak sanggup berobat ke rumah sakit, biayanya mahal," ucap Darta yang berdomisili di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel.

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Wasti tak kunjung mendapat fasilitas pengobatan yang layak. Meski selalu meminta rujukan setiap berobat ke puskesmas di Ciampel, pihak puskesmas belum pernah mengabulkan permintaan Darta.

"Itu terjadi terus menerus, karena kami tidak punya BPJS," kata Darta.

Darta berharap suatu hari anaknya bisa dirawat di rumah sakit. "Makanya kami ingin buat BPJS, supaya biaya tidak terlalu mahal," ucap Darta.

Di tengah kesulitan yang dialami keluarga Wasti, pertolongan datang dari Pemkab Karawang. Sewaktu keluarga Wasti mengurus KTP, mereka dihampiri oleh Sekda Karawang Teddy Rusfendy Sutisna. Saat itu Teddy melaksanakan sidak di hari pertama kerja setelah libur Lebaran 2017.

Ia akan mengupayakan Wasti dapat dirawat di RSUD Karawang. Teddy meminta Wasti dibawa ke kantor Pemkab Karawang. "Saya akan usahakan komunikasi dengan pihak terkait supaya Wasti bisa dibantu," ujar Teddy.



Foto hasil jepretan kontributor Peka

Pada Selasa pagi, 4 Juli 2017, Darta mendatangi Pemkab Karawang. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Setyadarma berjanji segera membawa Wasti untuk ditangani di RSUD Karawang.

Setya meminta Darta untuk memotret kondisi rumahnya. "Sekaligus surat keterangan tidak mampu," ucap Setya saat dihubungi via telepon, Selasa (4/7/2017).

Setelah memenuhi dua syarat itu, Setya menjanjikan Wasti bakal segera ditangani di RSUD Karawang.

Sumber :Detik.

Posting Komentar