Bupati Karawang "Terkena Tamparan Keras &Telak", Ini Kabar Jelasnya - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Minggu, 13 Agustus 2017

Bupati Karawang "Terkena Tamparan Keras &Telak", Ini Kabar Jelasnya

Karawang-.Isu keberangkatan 7 pejabat eslon II asal Kabupaten Karawang ke Malaysia makin rame diguncingkan oleh publik bumi Pangkal Perjuangan termasuk di dunia maya.Tak sedikit diantara mereka berteriak di medsos yang meminta bupati Karawang untuk berani memberikan sangsi tegas kepada mereka yang melakukan perjalanan "dinas",(13/8/2017).

Gambar hanya sebuah ilustrasi
Menurut beberapa narasumber menyebutkan Sekda Tedy Ruspendy Sutisna pergi ke Malaysia tak sendiri karena dibareng oleh 6 pejabat eslon II.

Di antaranya Hanafi Chaniago Kadistanbunak,Agus Mulyana Setwan DPRD ,Asep Hidayat Lukman Dirut RSUD,Widjojo Kadis Indag,Yudi W Kadis Dukcatpil dan Ade Sudiana Kadis BPMPD,(nama-nama saat ini rame dibicarakan publik Karawang,red).

Hangatnya isu yang berkembang di Karawang berkaitan tujuh orang ASN ke Malaysia kedepan mesti terang benarang dari nama,tujuan dan maksud sampai kepada pendanaanya termasuk pernaik-pernik admitrasinya karena bagi setiap ASN melakukan perjalanan dinas keluar negri ada Permendagrinya,ujar Permana salah satu pengamat sosial politik,di Karawang.

Kenapa isu ini harus tetap di ungkap jelas dan dituntaskan karena sudah mengemuka nama pejabat maka akan menyangkut kridiblitas dan kepercayaan publik kepada seseorang,jelas Permana.

Saya berkeyakinan kepergian ke 7 pejabat Karawang ke Malaysia dengan restu bupati dan itu sudah sesuai dengan Permendagri Nomor 29 Tahun 2016,tentang perjalanan dinas keluar negeri bagi ASN Kemendagri atau pejabat daerah lainnya yakni unsur pimpinan daerah dan wakilnya,pimpian DPRD dan anggota-anggotanya,jelasnya.

Sangat mudah sekali mengungkap kasus ini,sambung pria lulusan Sospol ini.Tinggal datangi kantor masing-masing bagi diduga telah melakukan perjalanan dinas dan cek saja adimitrasi perjalanan dinas keluar negerinya.Apakah ada surat perjalanan dinas resmi untuk mereka lalu temui saja bupati selaku pimpinan daerah,kemudian bila ingin lebih yakin atau mereka takut mengelak padahal berangkat tak resmi bertugas,tinggal diminta ke 7 memperlihatkan  paspor dan surat perjalanannya.

Bila memang dugaan selama ini atau isu terhembus adalah benar adanya atau berpergian 7 pejabat dihari kerja dan pergi keluar negeri tanpa pemenuhan Permendagri yang berlaku,ini adalah sebuah kasus besar tentang kedisplinan ASN malah bisa diibaratkan sebuah tamparan keras dan telak bagi Bupati Karawang dari Sekda dan 6 pejabat lainnya.Karena masih basah mulut bupati diacara pelantikan yang meminta agar ASN Penilik dan Kasek bekerja propesional dan maksimal selain harus cakap tingkat kehadirannnya dihari kerja,namun dilokasi dan waktu yang sama sudah muncul isu grup pejabat glof berangkat ke Malaysia.

Saya berkeyakinan pula bupati Karawang telah mengizinkan perjalanan ke 7 orang pejabat yang diduga pergi ke luar negeri termasuk mengetahui sumber pendanaan untuk mereka.Namun yang jadi pertanyaaan apakah bupati sudah memberlakukan Permendagri Nomor 29 tahun 2016 kepada mereka yang berangkat keluar negeri,ucap Permana.

Kalau bila bupati tak merestui,tak mengetahuinya atau tidak memberikan izin kepada mereka artinya narasumber isu ini sangat hebat karena membongkar kasus bedar,namun tadi bila bupati memberikan izin dan sudah sesuai atau ditempuh permendagrinya,bupati tinggal jelaskan tujuan dan maksud kepergian ke 7 orang pejabat lalu jelaskan pula sumber dana perjalanan termasuk faidahnya mereka melalukanan perjalanan dinasnya karena bila resmi pasti pakai uang APBD II dan wajib sangat ada manfaat bagi rakyat.

Sampai berita diturunkan ke-7 pejabat Karawang belum bisa dikonpirmasi termasuk Ade Sudiana padahal sejak hari Jumat dirinya di kirim WA.Dan Bupati Karawang belum pula menjawab pertanyaan yang dikirimkan redaksi.

Editor: Farida
Posting Komentar