Dua Langkah Bupati Untuk Oknum PNS Calo Jabatan Yakni "Bina atau Di..."

0
Karawang-.Sudah sepantasnya pelaku wani piro dibereskan dan ditempuh jalur hukum karena kondisi kekinian tersebut akan mempengaruhi laju dari niat Bupati Karawag untuk repormasi birokrasi yang dicanangkannya selain ditakutkan bisa ganggu proses Baperjakat jelang mutasi,ucap Permana menyorot kegaduhan isu jual beli jabatan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan orang-orang penting di Karawang.(20/8).
Seperti isu ini sering terjadi jelang mutasi di Karawang,maka sangat setuju bila Cellica merepormasi birokrasi.Karena tanpa pembenahan segera makin hancurlah mental pemburu -pemburu jabatan dikalangan PNS tertentu utama eslon III dan IV,cetusnya.

Sepertinya karena uang biasa mendapatkan jabatan dan seakan berlakunya hukum rimba bila mutasi dan rotasi di lingkungan Pemkab Karawang,maka untuk itu dan ininya kondisi sudah tergolong urgent,selanjutnya hanya sikap tegas Bupati menjadi obat dan jawaban ke publik bahwa isu itu tidak benar dan tanpa tahu dirinya.Blunder ini ,jelas Permana,adalah sengaja digelendingkan oleh oknum-oknun tertenu dengan motif sama yakni bernafsu mempengaruhi proses Baperjakat atau keputusan Bupati sebagai pemegang kendali karire PNS,ungkapnya.


Gemblengan kepada PNS melalui upacara atau kegiatan tertentu oleh Bupati Karawang bisa dianggap tak mempan,buktinya masih rendahnya tingkat kehadiran juga mencuatnya isu jualbeli jabatan.Karena kalau "PNS Karawang"sudah sadar bahwa promosi misalkan berdasarkan prestasi bukan bab uang pasti wani piro tidak mencaut terus,paparnya.

Sudah saatnya Bupati Karawang mengambil sikap tegas dengan dua langkah kepada pelaku,sambungnya.Pertama selama PNS masih bisa dibina ya lakukan, misalkan dengan program Pare ,Diklat ataupun ditegur dan surat peringatan (SP) kepada mereka yang terindikator pemburu jabatan atau pembeli jabatan kepada oknum-oknum yang azaz manfaat.Lalu kedua dengan langkah super tegas yakni binasakan,artinya PNS yang terindikasi juga terbukti membeli jabatan diberikan wajib peringat keras,nonjobkan bila pegang jabatan, mutasikan ke tempat tertentu agar bersangkutan jera atau bila perlu berikan hukuman sekeras-kerasnya dengan berhentikan tidak hormat kepada PNS terbukti calo jabatan,karena perbuatan pelaku sendiri sudah tergolong gratifikasi dalam jabatan,tandasnya.

Editor: Farida
Posting Komentar