Menkominfo Pastikan Buka Kembali Telegram

0
KARAWANG.-Kementerian Informasi dan Telematika (Kemenkominfo) akan membuka kembali pemblokiran terhadap Telegram selama terjalin kerjasama yang baik dengan menghapus konten yang berbau radikalisme.(4/8).
Menkominfo Rudiantara mengaku, pihaknya sudah bertemu dengan CEO Telegram, Pavel Durop yang berjanji akan menghapus konten terorisme dan radikalisme. Kemenkominfo akan membuat tata cara berkomunikasi dan interaksi antara Indonesia dengan Telegram.
"Justru nanti mau dibuka lagi telegram. Sekarang sudah dibuatkan tata cara berkomunikasi atau berinteraksi antara Indonesia dengan telegram secara rinci. Jika selesai maka minggu depan dibuka lagi. Kan sudah di adrees. Pavel yang bicara bahwa dia akan membersihkan Telegram dari konten radikalisme dan terorisme,"katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (3/8/2017)
Selain masukan kepada Telegram, Menkominfo juga melayangkan kritik terhadap facebook maupun goggle terkait konten yang berbau radikalisme dan terorisme. Mereka pun akan menghapus konten-konten tersebut.
Rudiantara menegaskan, pemblokiran dilakukan jika tidak mau bekerjasama dengan baik. Misalnya terjadi pembiaran akan konten yang membahayakan masyarakat.
"Ke depannya bagaimana kita membina komunikasi dengan semuanya. Kemaren saya juga ketemu sama facebook sama dia bilang begitu,"ungkapnya
Dia berharap dalam penanggulangan konten radikalisme dan terorisme maupun informasi hoax bukan hanya sebatas pemerintah saja melainkan melibatkan seluruh lapisan masyarakat termasuk komunitas.
"Tidak bisa pemberantasan informasi hoax itu dilakukan oleh pemerintah sendiri harus semua komponen namanya juga media sosial dan kejadiannya di masyarakat. Jadi semuanya harus bergerak,"pungkasnya.
Posting Komentar