Petani Karawang Siap -siap Sedot Air

0
Karawang,-.Walaupun Perum Jasa Tirta ( PJT ) pastikan stok air aman sampai musim rendeng yang akan datang, namun petani digolongan air IV siap - siap sedot air mengantusipasi kekeringan jelang masa tanam yang sudah terlambat sebulan terakhir.(14/8).

Dikatakan Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Saluyu Desa Cilamaya, H Aep ES mengatakan, polemik prroyek di Tanjung Pasir, berimbas pada macetnya air masuk secara normal, khususnya pada lahan sekitar 20 hektar di golongan air IV. Seharusnya memang sejak Juni, pesawahan dilokasi ini sudah tanam, namun kenyataannya hanya baru sekitar 30 persen saja, karena jalur pengairan ke Irigasi Kiserut yang sumber airnya dari tanjung pasir terhambat masuknya, sehingga petani berencana menyediakan mesin pompa air untuk membasahi areal laham pesawahan untuk pengolahannya, " kalau air lama tersendat, ya kita pakai pompa air, walaupun operasionalnya cukup banyam tersedot," katanya.

Lebih jauh ia menambahkan, keterlambatan tanam akibat mampetnya air tersebut, dikhawatirkan selalu setiap musim kemarau, sehingga jika irigasi mampet akibat banyak tanggul jebok bahkan proyek yang lama selesai, ini berakibat pada jadwal paneb yang terlambat, otomatis sebut Aep, selain hama yang siklusnya bisa membesar volumenya juga ikut mengerek harga gabah dibawah rata- rata. " kalau tanamnya sudah telat, ya panennya juga telat jadwalnya, otomatis harganya juga terkerek turun, " ungkapnya.

Lebih jauh ia berharap, air salurannya bisa semakin di perbaiki, dan setiap menggellntorkannya diharapkan koordinasi dengan gapoktan, sebab imbasnya ini pada ratuaan hektar sawah yang akan si airi, begitupun petani sebenarnya siap patuhi jadwal tanam asalkan air benar - benar masuk san normal," ada koordinasi dulu lah, misal air ada tapi ada proyek atau tanggul jebol sehingga air masuk sedikit telat, ininmah pan enggak," sesalnya.

Editor: Farida
Posting Komentar