Seorang Camat Ngamuk di Karawang,Ini Penyebabnya

0
Karwang,- Sejak kali bawah ambrol di Dusun Tanjungpasir Desa Cikalong setahun lalu, sejumlah pekerjaan langsung digulirkan, selain membuat bebatuan penahan tanggul, irigasi buatan yang ikut terseret juga diperbaiki baru- baru ini untuk memperlancar air di 5 Desa. Namun, apa jadinya jika proyek Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS) tersebut dianggap lamban penyelesaiannya? Hal itulah yang membuat Camat Cilamaya Wetan geram dan mendesak penyelesaiannya segera sebelum musim penghujan tiba.(7/8).

Kepada Pelita Karawang, Drs H Hamdani mengatakan, dirinya tak kuasa membendung kekesalannya atas pekerjaan pembangunan irigasi di tanjungpasir yang sudah dikerjakan namun lambat diselesaikannya. Memang sebut Camat sampai saat ini masih ada 2 - 4 orang yang nampak menggarap pekerjaa irigasi dengan lapisan besi dan beton tersebut, namun menurutnya , ini sudah terbengkalai lama, sehingga tanggul buatan di irigasj buatan sementara sering jebol dan meluber ke sawah terdekat, disisi lain pekerjaan yang baru BBWS ini lambat dinikmati masyarakat tani ," saya sudah cek, hasilnya belum memuaskan , karena masih banyak yang terbengkalainua ketimbang cepat- cepat," ujarnya.

Camat menambahkan, PJT II dimintanya agar bisa mempercepat pekerjaan pembanguna irigasi dj Tanjung Pasir ini, setidaknya sebelum musim penghujan, sebab dengn musim kemarau saja, dirinya juga khawatirkan masyatakat tani di wilayah hilirnya terancam kekeringan, apalagi peluang jebolnya tanggul susulan dari sodetan buatan ini, rawan jebol terus. Sebab jika lambat ditangani, bukan tidak mungkin masyarakat di desa seperti Cikalong, Rawagempol Wetan, Sukakerta, Sukatani , dan Rawagempol kulon kewalahan pengaturan air untuk sawah- sawahnya."kita cuma minta disegerakan saja, irigasi buatan kan sudah sering jebol, nah irigasi BBWS ini masih dalam perbaikan , jadi ya harus segera," ungkapnua.
Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Gani mengatakan, sudah 3 bulan dikerjakan, irigasj Tanjung pasir yang mengairi sawah di 5 desa tersebut terbengkalai. Proyek BBWS tersebut diakuinya, hanya dikerjakan sisa 4 orang saja dilapangan, sementara air yang masuk masih trrsendat dan terancam kekeringan. Bahkan, menurut kabar, Camat berencana panggil rekanan BBWS tersebut senin ini untuk memintak klarifikasi dan tangungjawab rekanan atas proyeknya tersebut." kita kekeringan kalau berlama- lama diselesaikan, faktany memang cuma 4 pekerja sekarang ini dilapangan , gimama mau selesai cepat," pungkasnya

Editor: Farida
Posting Komentar