SMPN 1 Cilamaya Wetan Memiliki Dua TKB

0
Karawang.- Sama seperti SMA yang baru membuka Sekolah terbuka, SMP negeri induk jauh- jauh hari sudah memiliki SMP terbuka bertahun-tahun. Bahkan, menyerap anak- anak nelayan yang jarang memiliki waktu dan pekerjaan, SMPN 1 Cilamaya Wetan memiliki 2 Tempat Kegiatan Belajar (TKB) bagi SMP terbuka di dua lokasi berbeda.(4/8).
Ilustrasi :Pelajar SMP ikuti Upacara Senin
Wakasek SMPN 1 Cilamaya Wetan, Chatim Sumpena S.pd mengatakan, jauh sebelum SMA buka sekolaj terbuka, SMP induk sedari duku suda ada Smp terbuka, usianya juga dibatasi dan tidak boleh lebih dari 17 tahun. Hanya saja, pendaftarannya tidak mesti di sekolah induk, tetapi di SMP terbuka yang disebut TKB. Kebetulan sambung Chatim, di Cilamaya ini ada dua, yaitu di Desa Muara yang mayoritas jauh dan merupakan anak- anak nelyan dan di Desa Cikarang, jumlah siswanya kan kolektif di dua TKB kurang dari 40 orang" kita sudh buka jauh sebelum SMA, TKB nya juga sudah berjalan terus 3 kelas," katanya.

Chatim menambahkan, tempat belajar sendiri beruntung khusus di Muara inj dibangun mandiri oleh pihak Pertamina Gas, sementar yang di Desa Cikarang masih dirumah warga dan dalam pendampingan pamong desa karena jumlah siswanya hanya 8 orang. Sampai saat ini dan akhir Agustus, SMP terbuka masih membuka pendftaran bagi siswa yang tidak ada waktu meninggalkan pekerjaan dan tidak punya materi, karena meskipun pengelolaan sama dibawah kendali Wakasek sekolah induk, namun sistem belajarnya saja tidak reguler. " Ujian kita selalu bareng di SMP induk setiap tahun , ijasahnya ya SMP terbuka tapi tandatangN kepseknya dari sekolah induk," katanya.

Lebih jauh Chatim menambahkan, pihak sekolah induk di SMP tidak lagi berwrnang mengelola pendaftaran, jikapun ada akan tetap diarahkan dan dirujuk ke SMP terbuka tetsebut, sebab dibukanya SMP terbuka itu tiada lain karena untuk menampung siswa yang aksesnya jauh dari sekolah induk, seperti di Muara misalnya, rata- rata dari mereka memilih ke SMp terbuka yang lebih dekat, kalaupun ada yang daftar ke SMP induk yang desanya dekat seperti dari Mekarmaya dan Rawagempol Wetan , maka ia lebih mengarahkan sekolahnya di reguler saja, sebab SMPN 2 Cilamaya Wetan saja masih kekurangan siswa. Karenanya, secara khusus smp terbuka ini juga diperuntukan bagi siswa yang khusus. " rata- rata ya orang lokal sekolahnya, kalau jauh mengapa ke yang terbuka, toh SMP 2 saja masih kekurangan," ujarnya.

Penulis : Ruri 

Editor : Farida
Posting Komentar