60 Posyandu di Telagasari Karawang Masih Nebeng

0
Pewarta:Ruri

Karawang-.Posyandu menjadi menjadi pusat kesehatan masyarakat desa terdekat. Namun, keberadaannya masih luput mendapat perhatian serius dari Pemerintah, baik infrastruktur maupun peralatannya. Buktinya, meskipun menjadi Pusat Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM),  rata- rata keberadaannya masih numpang di rumah- rumah warga dalam melakukan pelayanan.

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) UPTD Puskesmas Kecamatan Telagasari, H Ujang Mumuh SKm mengatakan, dari 14 Desa di Telagasari, terdapat 72 posyandu hadir ditengah masyarakat, namun dari jumlah itu, hanya 12 unit posyandu saja yang sudah bebas tanah dan bangunannya, dengan kata lain sudah mandiri sendiri, sementara sisanya sebanyak 62, masih numpang di rumah- rumah warga, yang adapun dibangun dulu oleh Provinsi dan sebagian daru sumber anggaran Desa.  Meskipun demikian, keberadaan posyandu tetap representatif untuk pelayanan masyarakat bersama para Kader- kadernya," Dari 72 posyandu, hanya 12 posyandu saja yang sudah punya tanah dan bangunan sendiri, " katanya.(5/9).

Mumuh menambahkan, dari 14 desa yang ada, terdapat 4 Desa yang sama sekali Posyandunya belum berdiri sendiri, yaitu Desa Kalijaya, Cadaskertajaya, Pasirtalaga dan Pasirkamuning. 

Bahkan, dari 72 Posyandu yang mendapat strata tingkat Purnama, hanya 10 saja, sementara 62 masih madya, itu hasil pertimbangan sejumlah indikatornya, mulai dari
Frekwensi perkembangan, jumlah kader, cakupan akumulatif KIA, cakupan Imumisasi, program tambahan  hingga Dana Sehatnya, karena, naik satu strata saja cukup lama prosesnya. Ia berharap, kedepan selain bisa meningkatkan strata posyandu yang ada, juga bisa dibuka peluang agar posyandu tidak nebeng lagi di rumah- rumah warga." ada 4 Desa yang memang belum memiliki posyandu berbangunan dan tanahnya mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Telagasari, Asep Saepul Bahri Skm mengatakan, melihat masih banyaknya Posyandu yang belum berdiri sendiri dalam artian memiliki tanah dan bangunan mandiri, hendaknya memang menjadi perhatian bersama, sebab Posyandu itu adalah pusat kesehatan berbasis masyarakat yang didalamnya menjangkau akses paling dekat dengan warga. Karenanya, prioritas kesehatan masyarakat sudah sepatutnya jadi PR pemerintah desa ditengah banyaknya guyuran dana desa, minimalnya membidik pembangunan dan pembebasan lahan untuk keberadaan posyandu ditengah masyarakat. Namun, bukan berarti pemerintah desa mengabaikannya selama ini, sebab ada beberapa bantuan ke posyandu, baru berupa alat dan mebeler saja, mungkin kedepan sudah harus memikirkan lahan yang hanya 3 x 4 meter sana dan bangunan sekitar Rp 25 jutaan agar tuntas kepemilikannya. Jika setiap tahun ada sisihan saja,  dirinya yakin dalam jangka waktu 5 tahun saja sebenarnya Posyandu itu bertahap bisa memikiki lahan dan gedung sendiri." Ya melihat kondisi yang ada, sudah sepatutnya jadi perhatian bersama karena banyak layanan di posyandu untuk masyarakat ," ujarnya.

Lebih jauh Ia menambahkan, keberadaan Posyandu yang mandiri ini membantu saat sesekali menjadi peaerta lomba, karena ada poin tersendiri, berbeda jika Posyandunya masih nebeng, ini tidak akan masuk poin kriteria yang ada." kalau lomba posyndu, ya yang mandiri ini jadi poin tersendiri," ujarnya.

Editor:Farida
Posting Komentar