Awas Wabah Zonk Intai Petani Saat Panen

0
Karawang,-.Kerdil rumput akibat virus yang dibawa hama Wereng Batang Coklat (WBC), semakin merepotkan pengendaliannya oleh petani, akibatnya, bulir padi tak berisi membuat produksi gabah panen berkurang drastis, hal itu kini sedang trend dikalangan petani dengan istilah wabah " Zonk " .

Petani disekitaran Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran, Jajang (50) mengatakan, gabah sudah mulai nampak buruk sejak masa pertanaman karena virus yang dibawa hama WBC, bahkan sejak di musim persemaian. meskipun panen panas seharusnya menguntungkan, namun gabah yang keluar hampa tanpa bulir melanda puluhan hektar sawahnya atau dikenal terdampak zonk, akibatnya, panen yang seharusnya bisa dapat hasil sekurang - kurangnya 6 - 7 ton perhektar, kini hanya mampu meraup dikisaran 4 ton saja. Ini sebutnya,bukan melanda sawahnya saja, karena ada juga hamparan sawah lainnya yang mengalami hal serupa, padahal pengendaliannya melalui pestisida , kimia dan penyemprotan sudah maksimal, namun namanya faktor alam, padi Zonk sulit dihindari " akibat WBC, jadi ya bulir padinya zonk, banyak lagi," keluhnya.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Telagasari, Ir Handoko mengatakan, istilah zonk sudah mewabah ke hampir semua petani di Jawa Barat, itu diakibatkan hama werenv yang membawa virus dengan nama lainnya Kerdil rumput. Sulit memang untuk dikendalikan, apalagi jika sudah di masa- masa
Setelah generatif tanaman, tapi ini sebenarnya bisa dicegah melalui pendekatan preventif, yaitu sebutnya dengan pengolahan tanah yang di singkalkan untuk menormalkan kembali pengapuran dan kurangnya organik pada tanah, atau juga bisa dicegah dengan kuratif yaitu dengan cara eradikasi atau dengan membakar tanaman yang terserang zonk dengan tidak menebasnya. Bahkan, yang lebih jitu lagi, adalah pembenihan gabah dengan air garam untuk menyortir gabah yang rentan terserang dan berkualiyas. " Di Jawa Barat istilh zonk sudah tersohor, ya itu karena serangan kerdil rumput," ungkapnya.

Lebih jauh UPTD yang mengantongi prestasi terbaik Diklat Pim ini menambahkan, produksi gabah berkurang akibat zonk itu jelas, tapi tergantung intensitas serangannya itu sendiri. untuk di Telagasari kebetulan tidak mencapai ratusan hektar, karena rata- rata panen paling sekitar 5 - 8 hektar saja sawah yabg terdampak zonk, sementara semakin ke hilir tetap berproduksi bagus dengan harga gabah masih di kisaran Rp 5,2 ribu perkilogramnya, tergantung rendemen" menyerangnya sih sebelum masa generatif, tapj jika sudah pengisian malai sudah gak ada ,serangan." Ujarnya

Editor:Farida
Pewarta:Ruri
Posting Komentar