DUA WARGA PULOJAYA DERITA KANGKER PAYUDARA

0

Pewarta: Ruri

Karawang-.Jarang kontrol dan takut operasi mengakibatkan benjolan payudara dua ibu rumah tangga di Desa Pulojaya meningkat pada stadium 4 kanker payudara. Keluarga Miskin (Gakin) bernama Suyanah (35) dari Dusun Sentul 2 RT 01/02 dan Anih (40) dari Dusun Sentul 3 RT 02/03 tersebut merintih kesakitan setiap hari dibagian payudaranya,bahkan tidak bisa beraktivitas lazimnya ibu rumah tangga pada umumnya.
Hasil gambar untuk kanker payudara
" Sakit, sulit mandi dan aktivitas lainnya. Dulu memang takut operasi, dan katanya penyakit awal cairan kuning saja, sekarang ya bernanah ," kata Suyanah, ibu tiga anak ini.

Ditemui di rumahnya, Suami Suyanah mengatakan,  istrinya tersebut sudah merasakan ada benjolan kecil sejak dua tahun lalu di Payudaranya, saat pertama hanya mengeluhkan pusing saja hingga akhirnya di Puskesmas hanya diberi obat pusing saja. Upaya keluarga tidak itu saja, sebenarnya sudah ke RSUD sampai 3 kali, di sana baru tahu bahwa istrinya mengalami kanker payudara dan sempat di sarankan operasi.Namun, istrinya tersebut enggan di operasi karena alasan takut, akibatnya, saat ini rasa nyeri dibagian payudara sebelah kirinya ini semakin menjadi, bahkan nampak borok - borok seperti luka bakar, sesekali keluar air nanah sampai-sampai sarung dan pakajan yang di kenakannya selalu basah oleh nanah, karena setiap malam pun sulit tidur karena merintih sakit." awalnya memang takut di operasi, makin kesini ya makin parah dan kesakitan," ujarnya.

Ayah yang berprofesi sebagai Tukang Becak ink menambahkan, mandi juga sekarang hanya di lap basah saja, sementara masak, mncuci dan lainnya sudah di handel pekerjaan ibu rumah tangga olehnya. Meskipun dari postur tubuh istrinya tetap normal dan makan minum juga normak hanya sedikit larangan saja, namun ka ker payudara yang tidak diketahui penuebabnya ink sudah membuat istrinya kesakitan. Karenanya, dengan mengandalkan KIS, pihak keluarga sudah membawanya ke RS Hasan Sadikin Bandung, hasilnha sudah dikeluarkan benjolannya satu sepertk daging, namun harj Kamis pagi ini, Istrinya akan kembali ke RSHS dan di fasilitasj Pemerjntah Desa, besar harapan kiranya, istri yang sudah di nikahi belasan tahun olehnha tersebut, bisa kembali sehat dan normal beraktivitas lagi. Tidam lupa sambung Wardi, ia menghaturkam terimakasih kepada Kades dan pegawainya yang sudah fasilitask segala sesuatunya, karena jika hanya mengandalkan hasil sebagai Tukang becak, tidak cukup untuk sebatas pulang pergj ongkos ke RSHS." harapan saya, istri bisa sehat lagi, dan beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Kades Pulojaya, Solehudin mengkapkan, ia dan Suyanih masih kerabat dekat. Dulu, saat benjolannya masih kecil, ia juga sempat sarankaOperasi, namun karena alasan takut, maka ditolaknya. Saat ini, Suyanah sudah sekali ke RSHS dan Kamis pagi ini kembali kontrol ke sana dan di fasilitasi oleh desa segala akpmodasinya. Bahkan, partisipasj masyarakat turut serta mendorong kesembuhan Suyanah ini melualui RT setempat yang ngencleng, tinggal sekarang kesediaan Suyanah yang kuat untuk siap dioperasj kapanpun agar bisa sembuh seperti biasa." kita ngencleng dan fasilitasi segaka sesuatunya, berharap ibu Suyanah ini kembali sehat," ujarnya. 

Lebih jauh Ia memambahkan, selan Suyanah, ada juga yang senasib menderita Kanker Payudara dj desanya di Dusun Sentul 3 RT 02/03 bernama Anih. Kondisinya juga sama persis dengan Suyanah, namun yang bersangkutan bukan si rujuk ke RSHS, sebab di urus besannya asal Jakarta ke RS Cipto Mangunkusumo, terlepas hal itu ia berharap semua warganya sehat, kiranya ada penyakit - penyakit berat, segera melapor minimalnya ke PSM atau TKSK Kecamatan," selain Suyanah, ada warga lainnya juga serupa menderita Kanker Payudara di Dusun sentul 3," pungkasnya.

Editor: Farida
Posting Komentar