728x90 AdSpace

iklan
Jumat, September 01, 2017

Mampukah Pemda Karawang Sirnakan Bank Emok dan Bank Keliling?

Pewarta:Oca

KARAWANG -  Bank Emok yang kini tengah menjadi buah bibir di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang perlu disikapi secara serius. Bahkan harus dihapuskan di tanah Pangal Perjuangan ini. Sebab Bank Emok mengambil keuntungan besar dari masyarakat yang mengambil pinjaman. Konon sampai 50 persen.


Menuru salah seorang nasabah EN (45), asal Rengasdengklok, mengaku mengambil pinjaman ke Bank Emok karena terpaksa. Pasalnya butuh biaya untuk usaha dan cepat.

"Sebetulnya sih gak mau, tapi keterpaksaan saja. Coba kalau pemerintah dihapus Bank Emok ini, pasti kami tidak akan pinjam meski ke paksa," ujarnya.

Ia menyebutkan, pinjaman ke Bank Emok bila Rp1 juta yang diterima Rp800 ribu.  Sementara setoran sampai Rp1,5 juta atau Rp1,3 juta. Tiap minggu setoran Rp70 ribu.


"Bisa lebih dari Rp70an atau ada yang kurang. Tergantung sih, yang jelas ambil keungtungannya besar," ulasnya.

Bila pemerintah akan menghapus Bank Emok, warga setuju dengan hal tersebut. Asalkan ada solusi pengganti lembaga keuangan dengan suku bunga murah dan cepat tanpa ribet prosesnya.

"Kalau pemerintah ada solusi, ya lebih bagus daripada ke Bank Emok," kata dia lagi.

Pada pemberitaan sebelumnya,Pemkab Karawang dengan BJB Karawang bersama-sama bersinergi dalam melawan gempuran bank emok (bank keliling-red) yang sedang melanda para pedagang kecil untuk berwirausaha dengan bunga yang begitu besar. Acara perlawanan itu disampaikan saat rapat, pada Senin, (28/8), bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Gedung Singa Perbangsa, Karawang. Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari dengan didampingi Unsur Stakeholder Pemkab Karawang bersama Pimpinan Kepala Cabang BJB Karawang Arfandy mengadakan rapat guna membahas permasalahan tersebut.

Wakil Bupati Karawang meminta kepada BJB Cabang Karawang agar dapat menurunkan suku bunga pinjaman untuk ASN dan guru dilingkungan Pemkab Karawang menjadi 6% sampai 8,5% per tahun. Permintaan ini sudah diajukan oleh BJB Karawang kepada BJB Pusat dan perlu melalui tahapan tahapan yang ada berlaku di system perbank kan.

Wakil Bupati juga menyinggung permasalah yang terjadi di kalangan masyarakat kecil Karawang khususnya yang berwirausaha dan yang baru ingin memulai wirausahanya dengan meminjam modal kepada bank emok dengan suku bunga yang tinggi sehingga para pelaku usaha kecil ini terlilit oleh hutang bank emok tersebut.

Sementara, pihak BJB memberikan solusi untuk masyarakat Karawang yang ingin berwirausaha dalam bentuk menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan program yang di beri nama Kredit Cinta Rakyat (KCR) dengan bunga hingga 0,37% flat per bulan. Dengan program ini, nantinya akan membantu masyarakat Karawang dalam berwirausaha dan tidak lagi terjerat dengan rayuan bank emok.
Editor: Farida
  • Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Mampukah Pemda Karawang Sirnakan Bank Emok dan Bank Keliling? Rating: 5 Reviewed By: PELITA KARAWANG