Muncul Lagi SK DPP Partai Golkar Dengan Nama Calon Gubernur Jabar Berbeda

0
Karawang-.Baru saja pihak DPP Partai Golkar membantah beredarnya sebuah SK yang isi telah menetapkan Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar dan Daniel sebagai wakilnya.

SK DPP Partai Golkar kedu
 yang menyebar dimedsos
Malam ini,Jumat,(22/09), muncul lagi SK lain yang hampir sama bentuknya dengan SK DPP Golkar pertama yang sempat membuat heboh.Namun dalam SK ini untuk nama tidak tercantum Ridwan Kamil yang diusung tetapi untuk wakilnya tetap sama yakni Daniel.

Menyoal SK DPP Partai Golkar yang sehari bisa muncul dua SK yang isi berbeda untuk calon Gubernur Jabar,Permana,saat ditemui di Karawang, menyebutnya, itu adalah sebuah serangan politik murahan.Apa maksud dari penyebar isu dengan memunculkan dua SK DPP Partai Golkar tentunya bukan bermaksud baik,ujarnya.

Apapun alasan dari pelaku dengan menyebarkan hoak SK DPP partai Golkar, itu merupakan tindakan kriminal karena sudah membuat kegaduhan dan melanggar UU ITE walau tergolong isu murahan,sebut Permana.

Siapa pelaku,datang dari kalangan mana dan apa motifnya tentunya ini semua tidak bisa dibiarkan,pasalnya akibat kelakukan dari pelaku mungkin saja bisa menimbulkan saling curiga diantara pengurus partai dari ditingkat DPD Jabar dan DPP Partai Golkar,tegasnya.

Maka sebaiknya,sambungnya,pihak Golkar segera meminta pihak berwajib untuk menangkap pelaku isu SK DPP.Kelakukan pelaku sudah jelas menebar hoak juga berindikasi kuat akan mengadu domba di internal partai Golkar atau pun eksteral,tambahnya.

Indikasi kuat akan mengadu domba di internal partai Golkar,jelas Permana.Karena dalam SK DPP partai yang palsu tertulis jelas dua nama calon Gubernur yang berbeda tapi untuk wakil tetap yakni nama Daneil,dan untuk nama wakil sendiri diketahui adalah kader muda Golkar asal Indramayu.Ini sangat perlu diwaspadai pihak DPD atau DPP agar tidak pecah konsentrasi akibat munculnya dua SK DPP Golkar yang bodong dan menuliskan jelas nama kader Golkar dalam dua SK berbeda,pungkasnya.

Redaksi
Posting Komentar