Ada Apa Gaji Guru Lemahabang Karawang Terlambat ,Ini Jawabannya

0
Karawang.- Tanggal muda di awal bulan seharusnya membawa sumringah para PNS,  karena secara rutin gajinya cair setiap bulan. Namun, apa jadinya jika uang gajian para Guru PNS yang turun melalui UPTD, di pinjam puluhan juta oleh Bendahara UPTD Pendidikan ? Hal itulah yang terjadi di Kecamatan Lemahabang, alih - alih memenuhi kebutuhan pribadi, Bendahara UPTD tega meminjami uang Rp 80 juta lebih dari para guru tanpa sepengetahuan, wal hasil, gaji yang seharusnya dibayarkan tanggal 2 - 3 oktober, baru dibayarkan Rabu (4/9) pagi setelah sang bendahara menjual satu unit kendaraan roda empatnya.


Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Kecamatan Lemahabang, Buang S.pd mengatakan, setiap awal bulan seharusnya para guru PNS gajian karena sudah menjadi Hak nya, namun di bulan Oktober ini ada insiden yang tidak seharusnya dilakukan Bendahara UPTD Pendidikan Kecamatan Lemahabang, karena saat cair, uang gajian yang turun melalui UPTD tersebut, justru disedot untuk dipinjaminya leboh dari Rp 80 juta. Sejak Senin dan Selasa, saat para guru hendak mengambil rutin gajinya di UPTD, justru tidak didapat diterima, karena terungkap bahwa hak para guru itu dipinjam oleh bendahara UPTD untuk urusan pribadi, akibatnya, ini menyulut protes hingga akhirnya PGRI, Koperasi Guru dan K3S bertindak untuk menuntut segera pembayarannya. Wal hasil, pihaknya desak Bendahara UPTD jual jaminannya agar segera membayarkan hak para guru yang sudah menunggui gajinya dua hari terakhir, beruntung, sebut Buang, Bendahara UPTD masih koperatif, meskipun harus menjual mobil pribadinya demi membayarkan haknya kepada para guru, hasilnya, gaji para Guru sudah bisa diambil pada Rabu pagi (4/9)." Di pinjam tanpa sepengetahuan, kan gaji guru mah gak langsung tapi turun dulu ke UPTD, untung masih bisa dibayarkan," Ujarnya.

Buang menambahkan, khusus para guru dan Kepsek yang jadi penilik, gajinya saat turun masih utuh tanpa potongan BJB karena sudah miliki rekening sendiri,  sehingga para penilik yang mendapati gaji utuh itu mengembalikan potongannya ke Bendahara UPTD untuk dikembalikan ke BJB. Karenanya, mengantisipasi kejadian terulang dan tidak terjadi di Kecamatan lainnya, pihaknya dorong Dinas dan UPTD agar gaji guru tidak lagi transit di UPTD melainkan langsung ke rekening para guru , itu agar tidak ribet urusan ini dan itu, bahkan sampai kecolongan pinjaman oleh oknum." bulan depan kita upayakan, agar urusan gaji tidak lagi transit di UPTD, tapi langsung ke masing- masing guru," katanya.

Dikonfirmasi, Bendahara UPTD Pendidikan kecamatan Lemahabang, H Mansyur mengakui bahwa ia meminjami uang yang jadi ha gaji para guru itu untuk memenuhi kebutuhan pribadinya yang mendesak dan langsung terpakai. Dirinya saat mendistribusikan gaji pata Guru Rabu (4/9) pagi, meminta maaf kepada semua guru hingga membuat gajinya telat turun. Yang terpenting, sebut Mansyur, dirinya berupaya koperatif dan memenuhi kewajibannya untuk membayarkan hak para guru tersebut secara normal. Adapun keterlambatan ini, juga lantaran proses potongan BJB yang alot akibat uang yang turun beberapa masih utuh, alias belum dipotong hasl pinjaman (Ngobe), sehingga ia mengclearkan dulu untuk pengembalian potongan ke BJB karena menunggu setorannya. 

Semoga sebutnya, ini tidak di ulanginya dan kedepan sistem penggajian guru secara langsung bisa terwujud lebih baik lagi." Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan ini kepada semua guru, alhamdulillah saya penuhi semua karena tanggungjawab," Pungkasnya

Penulis: Ruri
Editor :As
Posting Komentar