Akankah Jabar Ngahiji atau Mereka Penuhi Janjinya Bila DM Terbukti Tak Diusung Golkar ?

0
Karawang-.Beragam tanggapan dan sikap disampaikan oleh warga Golkar di Jabar saat beredaranya SK rekom DPP yang disebut aspal atau bodong oleh Indrus Marham Sekjen DPP PG.(27/10/2017)

Satu akibat akhir dari isu tersebut adalah ribuan simpaatisan,pendukung,kader,pengurus PG asal PK,DPD II dan I asal Jabar mengepung kantor DPP partainya demi meminta rekom usungan untuk Dedi Mulyadi namun hasilnya malah terbalik 360 derajat (masih isu karena belum terbukti,red ),karena teka-teki dibalik SK rekom paslu malah jadi kenyataan.

Dan sebelum melakukan aksi ke Jakarta,dimasing-masing daerah warga Golkar atau para pendukung dan kader Golkar pro Dedi Mulyadi banyak cerita dilakukannya misal terjadi pemasangan bendera setengah tiang,segel kantor DPD II,mengajak Dedi Mulyadi tempuh jalur independen,balik lagi ke PDIP sampai kepada ada yang mengancam akan keluar partai Golkar serta membakar KTA segala bila Dedi Mulyadi tak diusung.

Dan terkini Ridwan Kamil sudah mengakui dirinya telah dikontak pihak oleh DPP PG Nurdin Khalid termasuk Daneil Mutaqien menyebutkan sudah dipanggail oleh Ketua Fraksi DPR RI bahkan katanya Idrus Marham Sekjen DPP PG.

Atas kondisi tersebut banyak yang menduga bakal ada gesekan kuat dan kekecewa yang mendalam dari simpatisan dan pendukung sejati Bupati Purwakrta ataupun dari kader -kader Golkar di Jabar yang pro H Dedi Mulyadi termasuk yang bersangkutan bab sudah lama menjalan safari Budayanya dan macam lainnya

Tak sedikit pengamat sosial politik bilang langkah politik yang ditempuh Golkar sudah tepat,kalau ingin menang tak semesetinya mengusung kader sendiri dan kalau pun ada gesekan antar pendukung tak akan berlangsung lama karena mereka kader sudah dewasa juga patuh kepada patsun partai yakni keputusan DPP PG.

Namun tak sedikit pula kader atau pendukung Dedi Mulyadi menyebutnya Golkar rugi tidak usung kadernya sendiri dan akibatnya bukan saja bakal terjadi gesekan -gesekan antar sesama kader yang kemudian bakal berimbas ke pelaksanaan Pilpres,Pileg mendatang bahkan Pilkada di Jabar,(pemilihan Bupati dan wakilnya,red).
Tak hanya itu katanya,imbas dari tidak diusungnya Dedi Mulyadi akan mengakibatkan turunnya ekstabilitas partai,melorotnya populeritas partai Beringin termasuk dratisnya kepercayaan warga kepada partai politik utamanya ke PG serta juga dimungkin akan ada sikap terakhir yang bisa ditempuh yakni Golput.

Bagimana kelanjutan dari drama politik dikancah Pilgub Jabar 2018 yang sudah memanas sebelum waktunya?,benarkah para pendukung dan simpatisan Dedi Mulyadi akan penuhi janji-janjinya seperti SK bodng beredar aatu bila tak usung di Pilgub Jabar misal keluar partai atau bakar KTA,apakah mereka pun tetap akan loyal kepada Dedi Mulyadi sampai akhir perjungannya?.

Dan Kemudian bilamana gesekan terjadi akibat PG tidak mengusung Dedi Mulyadi,bisakah partai PG mempersatukan kadernya yang sudah terlanjur sayang ke Dedi Mulyadi dan pindah ke lain hati yakni memilih Ridwan Kamil dan Daneiel?.

Semoga Jabar tetap aman siapapun yang diusung atau menjadi Paslon untuk maju di Pilgub 2018 lalu terpilih kedepan,dan kedua nyapimpinan yang amanah,bijak dan utama memperhatikan kepentingan rakyat semata...Amin.