Akibat Adanya Pelajar Karawang Tewas Tenggak Mirasa Oplosan "Dewan Pendidikan "Dianggap Mati Suri

0

Karawang-.Kabaranya ada dua orang remaja yang berstatus pelajar tewas akibat tenggak minuman keras yang dicampur kuku bima dan seorang lagi bisa diselamatkan oleh pihak medis,di Kecamatan Tempuran,Karawang,menuai sejumlah keritik yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan dan olahraga Kabupaten setempat dan lembaga terkait.(6/10).

Hasil gambar untuk koran minum oplosan di akarawang

Ini adalah sebuah tamparan keras bagi dunia pendidikan Karawang,setelah peristiwa Ciampel disusul lagi kejadian menimpa 2 orang berstatus pelajar tewas akibat tenggak minumanan dan seorang lagi bisa diselamatkan,ujar Tarmidi,warga Palumbon sari,Karawang Timur.

Dengan tidak berniat menghakimi namun mengingatkan dan mengajak saja,agar pelaku dunia pendidikan Karawang segera mengevalausi dari proses belajar mengajar dan cara kemitraan lingkungannya."Jangan ada kesan pembelajaran  terorentasi mengajarnya semata melainkan lebih baik tekankan mendidik dan membinanya,ujar dia.

Tak baik pula memang jika membandingkan antara tempo dulu dan sekarang tentang cara mendidik dan membina dilakukan pihak sekolah namun sangat elok manakala ada upaya dari dinas dan lembaga terkait lainnya melakukan evaluasi peristiwa demi peristiwa yang terjadi dilingkungan pendidikan sampai kepada kejadian diluar jam sekolah."Sudah saatnya pihak sekolah atau dinas pendidikan mengajak kepada para orang tua untuk berperan aktif dalam lingkungan sekolah karena lembaga pendidikan bukan tempat penitipan anak,dan ajakannya bukan sebatas slogan atau spanduk dipajang dimana-mana melainkan caranya mengundang khusus lalu melibatkanya",ujarnya.

Peran Komite sekolah harus terang dan diberdayakan maksimal selain ada langka-langkah nyata wajib ditempuh pihak dewan pendidikan dan Disdikpora Kabupaten serta berjalannya pengawasan fokus dari Pemkab dan DPRD Karawang,harap Tarmidi.

Hadirnya Komite sekolah dan Dewan Pendidikan sebagai wujud lain dari para orang tua sisiwa,jangan hanya sebatas simbol dan niat pemenuhan aturan dan peraturan dalam lembaga sekolah melainkan harus sinerja dengan pihak tenaga pendidik agar tugas menjalankan pendidikan tidak hanya terfokus hasil akhir edukasi yakni membuat anak pintar semata bab butuh sangat tempaan metal,pembinaan berkala dan seterusnya."Dan saat ini terkesan hadirnya Dewan Pendidikan Karawang hanya sebagai simbol doang dan seakan mati suri".Ucap Tarmidi. 

Kemudian ungkapnya,meninggalnya beberapa pelajar Karawang akibat minum oplosan sulit ditampik jika disebut bagian dari kurang bagusnya lingkungan pendidikan.Maka jangan heran kalau tanpa evalausi dini dan maksimal bakal ada korban-korban lain  berjatuhan walau pun itu peristiwa terjadi diluar lingkungan atau diluar jam sekolah namun tetap pandangan bahwa korban-korban itu adalah oknum pelajar yang sedang menimpa ilmu,sesalnya.

Penulis: Uus
Editor: As
Posting Komentar