Dedi Mulyadi :Hari Selasa Golkar Jabar Akan Memberikan Keterangan Secara Resmi Langkah Selanjutnya

0

Bandung.- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi enggan menanggapi manuver politik DPP Partai Golkar yang lebih memilih mendukung Ridwan Kamil dibanding dirinya pada Pemilihan Gubernur Jabar 2018.


"Untuk soal itu, nanti saya beri keterangan resmi hari Selasa (31/10)," ujar Dedi Mulyadi, di kantor DPD Golkar Jabar, Kota Bandung, Jumat malam.

Menurutnya, hari Selasa nanti Golkar Jabar akan memberikan keterangan secara resmi mengenai langkah yang akan dilakukan Dedi Mulyadi dalam Pilkada Serentak 2018.

Namun ia memastikan, saat ini kondisinya tidak terlalu berpengaruh mengenai kabar dukungan politik Golkar kepada Wali Kota Bandung tersebut.

"Ya semangat dong, masa nggak punya semangat. Hari Selasa yah," kata dia lagi.

Saat ini, ia hanya ingin mencairkan suasana dengan menyaksikan hiburan kebudayaan tradisional yang digelar DPD Golkar Jabar. Selain itu, menurutnya, akhir pekan bukan saatnya membicarakan politik, tetapi harus diisi oleh kebahagiaan.

"Ini ngomongin hiburan biar masyarakat bahagia, malam Sabtu, malam Minggu, malam Senin bukan malamnya politik tapi malam kebahagiaan. Malam politik itu malam Selasa, Rabu sampai malam Jumat," kata dia pula.

Dedi datang ke Kota Bandung untuk menghadiri berbagai kegiatan. Pertama Dedi menghadiri kegiatan di Antapani, malam harinya ia menghadiri acara kebudayaan wayang golek di kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang Kota Bandung. 

Sebelumnya, Sekjen DPP Golkar Idrus Marham menegaskan partainya mendukung Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien sebagai pasangan calon gubernur dan calon wagub untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Menurut Idrus, hasil ini berdasarkan rapat tim pilkada pusat di DPP Golkar. Menurutnya, DPP Golkar telah melakukan kajian internal terhadap calon-calon yang ada sebelumnya, termasuk mempertimbangkan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi.

Namun, menurut dia pula, Golkar pada akhirnya menentukan calon gubernurnya berdasarkan hasil survei internal yang menginginkan Ridwan Kamil.

Sumber:Antara