Diduga Oknum PNS Karawang Terlibat Penggandaan Uang

0
Karawang-.Ditengah abad begitu serba canggih namun tak sedikit masyarakat tergoda oleh rayuan gombal yang berbau mistis,peristiwa demi peristiwa penipuan bermodus melipatan gandakan uang tak bisa terhentikan oleh tertangkapnya Kanjeng Dimas sebagai pelakunya,namun masih banyak juga pelaku lain yang masih berkeliaran termasuk di Kabupaten Karawang.

Dan kali ini santer di Kecamatan Lemahabang,Karawang,ada seorang oknum PNS berinisial HM diduga terlibat jaringan penggandaan uang,bahkan konon katanya ada warga diseputar kecamatan setempat turut larut pula oleh rayuan gombal dari orang pinter yang mengaku dirinya bisa menggandakan uang bertriyunan rupiah.(5/10/2017).

Isu terlibatnya oknum PNS tersebut larut dalam perangkap manis akibat pengaruh orang pinter yang bisa menggandakan uang bukan keluar dari mulut warga biasa,namun dari teman sesama PNS yang menceritakannya.Tak hanya PNS sekantornya namun mantan atasannya yang kini berpindah tugas dikeluar kecamatan lain,dan saat dikopirmasi sampai menyebutnya kepada oknum PNS tersebut dirinya sudah kerasukan mahluk halus.

Kalimat kerasukan mahluk halus yang terlontar dari mantan atasan kepada oknum PNS saat dikonpirmasi jurnalis PEKA,menurut pendapat beberapa PNS teman sekantor dari oknum pelaku bersangkutan,itu saking bapak sudah jengkel,pusing dan cape juga berulang kali mengingatkan sewaktu masih bertugas di Lemahabang."Pelaku diduga sudah lama menjalani proses pengganda uang dan kerap kali menggasab uang gaji kantor,misal setoran para rekan PNS untuk membayar cicilan ke BPR Subang,Bank Syariah Mandiri,Koperasi Lemahabang dan termasuk terakhir kalinya adalah uang gaji PNS untuk bulan Oktober 2017 yang diambil dari Bank Jabar Cabang Pembantu Telagasari,uang terlambat dibayarkan hingga timbulkan kegaduhan",ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya.(5/10).

Ada Apa Gaji Guru Lemahabang Karawang Terlambat ,Ini Jawabannya

Dari narasumber yang berbeda tapi masih PNS bertugas di Kecamatan Lemahabang.Setelah terjadi kegaduahan dikantor pelaku akhirnya di ambil jalan keluar terbaik oleh beberapa PNS yang senior yaitu berupa meminta kepada pelaku untuk menjual mobil miliknya bermerk Senia dan disepakati."Kalau tidak salah mobil pelaku dibeli oleh PNS masih orang Lemahabang, Wadas,sekitar 85 jutaan tapi tetap ga cukup untuk menutup gaji yang belum dibayarkan,beber narasumber.

Saya mewakili yang merasa dirugikan bahkan benar-benar telah rugikan oleh dia,meminta kepada dinas terkait atau Pemkab Karawang umtuk melakukan pembinaan agar pelaku balik kepada fitrahnya sebagai PNS yang bertanggungjawab akan tupoksinya dan menghentikan kepercayaannya kepada hal-hal yang berbau mistis,pinta PNS bertubuh kurus itu.

Akibat ulahnya,sambung narasumber,pernah saya punya sangkutan cicilan ke koperasi dan Bank Syariah Mandiri,namun tagihan tetap utuh dikoperasi semalah sempat pihak Bank nagih ke rumah,ungkap narasumber yang meminta namanya dirahasiakan namun mempertanggungjawabkan pernyataannya.

Sekitar 10 PNS di Kecamatan yang sama saat dikonpirmasi prilaku oknum terkait,semua senada mengatakan benar apa yang disampaikan rekan-rekan terdahulu sebagai narasumber,bahkan mereka mengamini agar pihak dinas dan Pemkab Karawang melakukan pembinaan kepada pelaku karena bila dibiarkan akan mempengaruhi kerja dan kinerja PNS Kecamata setempat akibat ulah-ulah pelaku menggunakan uang gaji yang di tampungnya.

Oknum PNS HM saat dikonpirmasi aduan dari para rekan PNS di Kecamatan Lemahabang,dirinya akui telah menggunakan uang gaji rekannya hingga terlambat pembayaran,bahkan dia akui sudah menjual mobil pribadi untuk tutup kekuarangan uang gaji yang dipakai kepentingan pribadinya.

Saat disinggung,apakah benarnya dirinya mempercayai mistis dan berusaha lain berupa melipatkan gandakan uang sebagaimana diceritakan mantan atasan dan rekan-rekannnya,HM membantah keras bahwa dirinya tidak terlibat demikian.

Namun saat ditanya kenapa kerap kali gunakan uang gaji rekannya bahkan berulang-ulang,kata HM,semua untuk kepentingan pribadinya tetapi tetap menolak keras tidak mengikuti ritual menggandakan sebagaimana yang ramai dibicarakan.

Berita ini diturunkan,atasan bersangkutan belum bisa dikonpirmasi,menurut kabar sedang berada di Jawa,termasuk Dinas terkait di kabupaten dimana diri pelaku mendapatkan mandat bertugas di Lemahabang juga belum bisa dihubungi.

Penulis: Uus
Editor :As
Posting Komentar