Gapoktan Cibir Fasiltas Penyuluh di Kabupaten Karawang

0
Karawang,-Teori dan pengetahuan para penyuluh Pertanian dicibir para petani di Cilamaya Wetan.Pasalnya,tanpa fasilitas alat layaknya dokter yang memeriksa kesehatan tanaman dan tanahnya,para penyuluh dianggap kurang dipercayai ilmunya oleh para petani.(24/10/2017).

Kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukaluyu Desa Cilamaya  Aep Sudrajat mengatakan, jika penyuluh hanya mengandalkan buku dan pulpen saja, tidak ada petani yang akan percayai ilmu dan pembinaannya, karena, ibarat dokter,sehruanya,penyuluh diberikan fasilitas alat oleh Pemerintah, misalnya mengukut tingkat Ph kesuburan tanah, tidak mungkin di ukur dengan kasat mata, tapi harus dengan alat, sementara penyuluhnya datang tanpa membawa alat, bagaimana para petani bisa percaya walaupun pengetahuannya banyak. Sebab,tidak mungkin petani di jejali teori dan pembahasan tanpa pembuktian alat, lagi pula sebut Aep, seorang dokter bisa dipercaya kalau fasilitas obat dan peralatan medisnya lengkap,maka penyuluh sebut Aep, harus diberi keleluasan difasilitasi alat,karena mereka itu memeriksa kesehatan tanaman, kesuburan tanah hingga rekomendasi pengendaliannya."Heran saya mah ke Pemerintah, masa penyuluh gak dikasih alat satupun. Bagimana petani bisa percaya," ungkapnya.
Hasil gambar untuk sawah luas
Lebih jauh Aep menambahkan,miris juga saat gembar- gembor pendataan kartu tani, penyuluh dikejar- kejar target tanpa ada bantuan operasional. Ini adalah upaya yang tidak pro pada penyuluh, padahal keberadaan penyuluh itu penting, apalagi kalau ditopang dengan kesejahteraan dan alat fasilutasnya. Jadi, bagaimana agar petani bisa percaya, maka Pemerintah ini harus berikan fasilitas alat- alat pertanjan yang membantu petani, seperi mengukur Ph, zat kapur, keasaman, zat besi tanaman dan lainnya, artinya selama fasilitas tidak lengkap jangan harap petani bisa percaya, makannya bayak petani jarang ikuti araahn penyuluh sekalipun teori nya benar, itu akibat dari ketiadaan alat." Urus kartu tani saja, gak ada tuh operasionalnya, kasihan mereka, ilmu dan alat gak sepadan," ungkapnya.

Menanggapi hal itu,Penyuluh Pertanian Desa Cilamaya, Mahfud HD membenarkan, jika fasilitas alat bagi penyuluh itu minim walau sebatas alat pengukur Ph tanah saja. Ini memang menyulitkan mendapatkan kepercayaan dari para petani, padahal manfaat kelengkapan alat itu hakikatnya bukanlah untuk penyuluh, melainkan manfaat bagi para petani itu sendiri yang butuh informasi real dan pembuktiannya." Alat manfaat nya bukan buat penyuluh, tapi dasarnya buat para petani itu sendiri," Pungkasnya.

Penulis: Ruri
Editor: Farida