Kasus PT. JLM Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar

0

KARAWANG -.LSM KOMPAK Reformasi melalui Sekjennya, Pancajihadi Al Panji menyampaikan bahwa Senin (30/10) melaporkan kasus alih fungsi lahan ke Polda Jabar.
Dalam keterangannya bahwa banyak kejanggalan-kejanggalan  dalam kasus itu setelah menjadi pemberitaan di media.Pihaknya mencurigai adanya konspirasi dan misteri dibalik semua ini. "Kami sangat heran dengan pihak Pemda Karawang  yang kurang tepat dalam menangani kasus ini seolah-olah ada yang ditutupi. Padahal tidak hanya menutup proyek tersebut, harusnya diikuti dengan pelaporan ke pihak kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil harus segera memberikan sanksi admidnistrasi yang lebih kongkrit berupa pengembalian lahan tersebut menjadi pesawahan teknis," ujarnya.

Ini sudah jelas diatur dalam  ketentuan pidana mengalihfungsikan  lahan pangan pangan berkelanjutam dalam pasal 72 UU NO. 41 Tahun 2009  Tentang Perlindungan Lahan Pangan Pertaanian  Berkelanjutan  dan Tugas  PPNS memberikan sanksi administrasi berupa pengembalian lahan tersebut ke fungsinya bukan hanya sekedar menutup. Ini amanah pasal 70 UU tersebut.

Bahkan sudah jelas juga diatur dalam perihal sanksi pengalih fungsian lahan sawah teknis dalam Perda No 2 tahun 2013 tentang  RTRW  Kabuapten Karawang tahun 2011-2031  dalam pasal 69.

"Sengaja kami melaporkan ke pihak kepolisian karena banyak juga kejanggalan yang lain seperti adanya yang katanya ada IMB palsu kami tidak bisa membayangkan seandainya proyek tersebut tidak terekpose oleh media. Harusnya Pemda yang mendapatkan temuan ini malah media yang mendapatkan temuan tersebut," katanya.

Lebih anehnya lagi pihak perusahaan lebih pasrah menerima penutupan ini bukanya melaporkan kepihak berwajib jika memang IMB tersebut  palsu. Ini yang menjadi pertanyaan besar baginya.

"Mudah-mudahan setelah kasus ini kami laporkan ke Polda Jabar  segera pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut. Biar terbuka permainan apa yang sedang terjadi," tandasnya. (oca).