Selain Golkar, Dedi Mulyadi Yakin PDIP Usung Dirinya Sebagai Cagub

0
Purwakarta.-Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, optimistis bisa mengambil hati tokoh-tokoh PDIP untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jabar 2018. Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini mengaku DPP DPIP sudah menyebut namanya sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.



"Ini bukan persoalan keyakinan, ini persoalan pekerjaan. Yang pertama kualifikasi pemimpin, kan memiliki pengalaman. Saya kan sudah hampir dua periode memimpin jadi Bupati Purwakarta. Nah jenjang di bawah gubernur itu kan bupati," ungkap Dedi di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (18/10).

Poin kedua yang menurut Dedi menjadi aspek pertimbangan penting adalah keberhasilan dalam memimpin. Ia mengaku meski tidak bisa menilai keberhasilan sendiri, namun ia yakin perkembangan Purwakarta cukup baik di masa kepemimpinannya.
"Ya dinilai saja Purwakarta dengan angka APBD yang hanya Rp 2 triliun dengan fase pencapaian yang dicapai sampai hari ini. Silakan dinilai sendiri," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berpendapat pandangan ideologi pancasila seorang pemimpin juga merupakan aspek penting. Ia mengaku sudah sejak lama menjadi orang yang terus menggulirkan ideologi dari Bung Karno.
"Saya itu termasuk orang yang sejak lama terus menggulirkan pikiran-pikiran Bung Karno tentang marhainisme, tentang membangun rasa keadilan sosial di masyarakat, tentang membangun sistem yang berbasis kerakyatan, tentang membangun pembangunan yang memiliki visi wawasan lingkungan, pembangunan yang memiliki visi wawasan kebudayaan, hak-hak hidup masyarakat dan kemudian menghormati juga nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur," bebernya.

Soal rekomendasi Golkar yang belum terbit, Dedi yakin DPP Golkar akan tetap pada keputusan pada rapat 1 Agutus yang mengusulkan namanya sebagai cagub, meski setelah itu ada surat yang menyatakan Golkar mengusung Ridwan Kamil.

"Kalau Golkar sudah putuskan, pada 8 Oktober kita sudah rapat, sudah diputuskan cagub-cawagub dari Partai Golkar hanya satu nama. Mengesahkan putusan tanggal 1 Agustus, namanya sudah jelas Ketua Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Artinya dari institusi organisasi sudah selesai," ucap Dedi.


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar