Sepasang Dhupa Malang di Karawang Membutuh Kasih Sayang Dari Sesama

0
Karawang-.Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin pepatah ini yang sedang menghampiri keluarga Cawin asal Dusun Belendung III, Desa Sumberjaya,Kecamatan Tempuran Karawang.(29/10).

Istri saya sudah lama mengindap penyakit yang menahun namun tak terobati seperti orang lain karena untuk makan hanya mengandalkan hasil kerja serabutan,kadang makan ya kadang harus berpuasa,ujar Cawin saat diajak bicara di Puskesmas Tempuran,Sabtu malam.(29/10/2017).

Kamis kemarin,sambungnya,istri saya (Iyah) mendadak kumat dan harus dilarikan kerunah sakit seharusnya kata orang tetapi ga punya uang akhirnya Puskesmas setiap saat menjadi pilihan untuk berobat.Iyah sudah lama idap penyakit magnya malah hampir 10 tahunan.Ya ampun kalau dia lagi terasa hanya berdoa dan berupaya akhir kesini berobatnya,ungkap pria yang kerja ngeprik padi saat panen lalu bila peceklik menunggu orang membutuhkanya.

Saya baru saja mau kasih obat  sama istri pada malam Jumat,ungkap Cawin,tiba-tiba datang Kepala Dusun mengabari rumah kami terbakar habis dan tak bersisa,Karena sayang kepada istri dan ga mau tambah perih penderitaannya.Kabar rumah habis semua ga bocor sampai menit ini,jelas pak tua sambil menangis.

Saya saat ini tidak ada yang bisa diandalkan karena rumah habis rata dengan tanah,pakaian semua terbakar dan sepeda jelek satu-satunya sebagai alat keberangkat kerja untuk kuli atau ngeprik juga sudah gosong,ucap pria ini tak henti-hentinya menangis.
Saya sebagai lelaki walau sepahit apapun tak akan putus asa karena anak istri saya tetap harus makan dan minum walau ala kadarnya.Saya rela cape dan banyak ga makan terpenting bisa makan dan tidur nyenyak keluarga,ungkap Cawin dengan nada lemah.

Saat ini dan entah sampai kapan istri dirawat di Puskesman karena penyakit sudah lama dideritanya sedang kambuh,mau makan juga ga ada karena punya beras dua liter pun turut terbakar,ulasnya.

Nanti pun bila Iyah sudah sembuh dari sakitnya,bingung mau balik kemana ga ada tempat dan yang lebih bingung lagi kalau Iyah minta salin pakaian atau bertanya kenapa kita ga balik kerumah malah kemana -kemana ,tuturnya.

Jangankan anak atau cucu saya,bila saya mempunyai musuh pun janganlah mengalami nasib serupa."Cukup saya dan istri saja menikmati perjalanan seperti ini",ucapnya.

Saya pokoknya sudah pasrah,rela dan iklas atas ujian yang Agung.Saya ga mau minta-minta walau kayanya mau sekarat ga makan,biarlah Yang Kuasa mengaturnya karena pasti ada berkah disetiap kejadian,terutama sekarang istri kudu sehat kembali dan urusan rumah kedepan seperti apa,itu urusan Yang Agung saja,pungkasnya.

Diketahui sebelumnnya,Cawin adalah sepasang keluarga dibawah garis kemiskinan.Disaat istrinya meraung_raung menahan rasa sakitnya,dimalam Jumat kemarin rumahnya habis terbakar dan rata dengan tanah.Tak ada satupun barang milik keluaraga ini terselamatkan karena mereka sedang berada di Puskesmas.

Banyak saksi mata dilokasi kejadian perkara yakni disekitar rumah Cawin yang terbakar,menyebutkan memang keluarga ini sangat mengerikan bukan saja makan dan minum yang kurang tapi istrinya pun kerap kumat penyakitnya.

Sampai berita ini turunkan sejumlah bantuan mulai turun secara pribadi misal dari Suawandi Camat Tempuran berupa uang dan pakaian,dan beberapa orang hamba Allah yang rela membantu Cawin sekeluarga.

Dan bantuan dari Pemkab atau dinas terkait belum datang namun dari PMI Cabang Karawang seyogyanya akan diturunkan malam tadi karena banyak hal yang dipertimbangkan ditangguhkan sementara (hari ini Minggu diberikan),bab sedang dicari tempat sementara buat keluarga korban bermalam bila balik dari Puskesmas.

Menurut beberapa perwakilan keluarga saat diwawancari sebutkan,kalau Iyah balik akan diupayakan cari rumah kosong milik warga sekitar sampai dengan batas waktu tak terhingga.Terkcuali bila ada bantuan dari pemerintah daerah atau dermawan yang mengulurkan bantuan untuk membuat tempat tinggal kedua orang tua malang tersebut.