Sertifikat Prona di Karawang Keluar November

0

Karawang-.Sertifikat tanah melalui program Nasional (Prona) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan keluar November mendatang. Sebanyak 1.750 sertifikat hasil ajuan Desa Sukatani dan Cilamaya akan mulau terdistribusi dari program gratis tersebut.

Staff Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kecamatan Cilamaya Wetan, Nanang mengatakan,Sertifikat tanah baik darat maupun sawah dengan beragam ukuran dan luas  yang diajujan Desa sampai saat inu belum keluar. Perkiraan, BPN baru akan mendistribusikan sertifikat melalui Program Nasional (Prona) tersebut pafa bulan November nanti, Desa Cilamaya misalnya, dari ajuan 1.500 sertifikat, akan keluar 750 sertifikat atau setengahnya, sementara Desa Sukatani sebanyak 1.000 sertifikat." Insya Allah November ajuan dari Prona itu baru keluar dan terdiatribusi ke warga, "Ungkapnya.


Nanang menambahkan,Desa- desa yang masuk prona tergantung kemauan dan ajuan Kepala Desanya,sebab masih banyak sawah, bangunan hingga sarana umum yang tanahnya masih belum diasertifikatkan dihampir semua desa. Karenanya, Prona ini sangat membantu memfasilitasi pembuatannya lewat ajuan pemerintah desa.Sebab, jika manual, membuat sertifikat bidang tanah yang di miliki, butuh biaya yang tidak kecil, karenanya, lewat program pemerintah ini semuanya gratis.Tak heran, warga cukup antusias manfaatkan program ini demi  legalitas tanah. Selebihnya jika kepemilikam tanah sudah bisa bersertifikat, juga bisa manfaat, baik untuk jaminan bank, atau juga warisan dan keperluan lainnya,"warga sangat antusias urus ajuan sertifikatnya lewat program ini, tapi gak semua desa, tergantung kepala Desanya yang menyanggupi jumlah," ungkapnya.

Lebih jauh Nanang menambahkan,  tahun depan, program sertifikasi tanah ini juga akan terus berlanjut, termasuk sisa di Desa Cilamaya,  karena, Dengan seperti ini, bisa meringankan beban masyarakat itu sendiri dari biaya mahal. Karenanya, bagi masyarakat yang tanahnya baik rumaj, sawah,kebun hingga sarana ibadah sekalipun belum bersertifikat,segera datangi Kadusnya masing- masing, karena bisa jadi tahun depan bergilir desa- desanya, sebab memang harus diakui bahwa kebanyakan masyarakat belum punya,maka sertifikasi tanah ini diharusjan punya sertifikat, jika tidak,dikemudian hari bisa ada letupan sengketa baik dengan kerabat sendiri, maysarakat dan lainnya soal legalitasnya,bahkan lebih parahnya bisa sembarang dijual belikan."Hindari sengketa dikemudian hari,maka kepemilikan sertifikat ini penting dan harus," Pungkasnya.