Mantap,Pemkab Sleman Lirik ATM Beras Cilamaya Karawang

0
Karawang, -Masih ingat dengan ATM beras hasil karya anak SMK Iptek Cilamaya di program Pos Pelayanan Teknologi (Poyantek)? Diam-diam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman Provinsi Jogjakarta,melirik Teknologi Tepat Guna (TTG)  yang menjadi wakil Karawang di tingkat Nasional tersebut.(Kamis siang 23/11),DPMPD,Bappeda dan Pendamping TTG Kabupaten Sleman,kunjungi lokasi pembuatan ATM beras yang sudah di modifikasi tersebut. 

Perwakilan DPMPD Sleman, Dkdik Hari Suryo mengatakan, dirinya berbangga bisa bersilaturahmi bersama 12 rwkan kerjanya dari Sleman ke Karawang ini. 
 
Karena, selain menjadi lumbung beras,ia juga ingin belajar TTG yang dikemas dalam program posyantek. Lebih detailnya, pemkab Sleman belajar alur, dasar dan aplikasinya sehingga mampu mengantarkan Atm beras ini sampai ketingkat Nasional. Sebab jujur, sebut Didi,di Sleman,Posyanteknya masih belum begitu berkembang,sehingga perlu banyak belajar ke kota lain,  kebetulan saat browsing,TTG di Karawang yang diwakili oleh Teknologi ATM beras ini muncul dan membuatnya minat untuk berkunjung dan belajar.Hasilnya, sangat mengesankan,  sebab,  dengan alat ini,  masyarakat bisa dengan mudah,  rapi dan tertib mengambil beras melui kartu yang sudah memiliki sensor .Kalau membuat, tentu saja tidak akan bisa cepat,  karenanya ia ingin detail memanfaatkan waktu belajat atas keberhasilan Posyantek ini. " Sangat mengesankan ya,  kita browsing dan tertarik atas karya posyantek di Cilamaya ini, menjawab rasa penasaran ya kita belajar di study banding ini, " Pungkasnya.


Tokoh masyarakat Desa Tegalsari yang juga ketua Yayasan di SMK Iptek Cilamaya, H Imron Rosyadi mengatakan, dasar dibuatkanya ATM ini terinspirasi dari banyaknya masyarakat kurang mampu harus antri dalam setiap pengambilan beras,  khususnya Rastra.Walaupin inovasi awal hanya menggunakan barang-barang bekas seperti Lemari es,  besi dan peralatan seng lainnya,  namun ATM yang sudah dilengkapi sensor,  kartu dan ardoinu ini sudah dimodifikasi semenjak dipilih sebagai juara 2 di tingkat Kabupaten, masuk ke Provinsi hingga akhirnya ke Palu Sukawesi Tengah ditingkat nasional.Awalnya hanya untuk pengembangan di internal saja dan masyarakat sekitaran desa Tegalsari,  namun inovasi ini dilirik Posyantek hingga akhirnya di ikut sertakan dalam pameran-pameran TTG."Awalnya sih memanfaatkan barang bekas,  sekarang sudah di modifikasi, "Katanya. 
Posting Komentar