Petani Panennya Kurang Maksimal Karena Banyak Serangan Hama & Penykait

0
Karawang-.Memasuki panen raya di Kecamatan Tempuran untuk harga gabah sangat variatif.Kondisi tersebut disebabkan tanaman padi sebelumnya terserang belbagai macam hama penyakit diantaranya wereng,zonk , dan sundep.(5/11/2017).

Harga Gabah milik Roja jadi misal dengan jenis padi varitas baru ini mendapatkan harga gabah Rp. 530 /kilo atau 530 ribu perkwintal.Sedangkan petani lain hanya bisa menjual harga pada kisaran Rp.520/kilo sampai terendah yakni Rp 470/kilo.

Diketahui secara umum di hamparan pesawahan di Jalan Layapan -Tempuran,untuk hasil panen pun perhektar variatif pula misal ada yang mendapat 3 ton /hektar namun ada yang bisa mencapai 8 ton/hektar.
Berbedanya harga gabah perpetani bukan karena permainan tengkulak itu akibat bentuk gabah yang berbeda hingga hasil rendemen padi pun berbeda.Hal tersebut karena penyakit menyerang padi saat musim tanam sampai masa panen,jelas Kardun.

Tak jauh beda untuk hasil tani perhektar bisa berbeda selain banyak penyakit juga ditunjang keberanian petani masing-masing pemilik sawah."Kalau yang nekat itu perhektar sejak awal sampai panen bisa habiskan dana 10 jutaan maka hasilnya tadi bisa 8 atau 9 tonan.Namun bagi petani ga berani beli obat ya resikonya paling kuat paling banter (bisa,red) 3 ton perhektar,jelas Kardun.