Tentara di Karawang Ini Sampai Turun Gunung,Ini Maksudnya

0
KARAWANG,-Narkoba dan penyalahgunaan obat semakin mewabah tanpa kecuali di Karawang. Mengantisipasi lebih jauh peredaran narkoba dan penyalahgubaan obat,Anggota TNI ini turun gunung mengultimatum kalangan pelajar di sekolah -sekolah untuk menghindarinya.(6'/11/2017).
Dikatakan Danpos Koramil Tempuran,Pelda Agus Rahmat mengatakan,narkoba wajib di jauhi kalangan pelajar, begitupun dengan penyalahgunaan obat yang sebenarnya tidak dilarang peredarannya seperti Dekstro,Obat batuk, Eximer hingga Lem, semua itu sangat berpotensi masuk ke syaraf para pelajar di Tempuran,bahkan tragedi oplosan yang menewaskan tiga orang,seharusnya membawa efek jera bagi oknum kalangan pelajar yang masih asyik menikmati penyalahgunaan obat ini ingat pesannya,lem saja jika di hisap berlebih hingga over, bisa membuat syaraf gila,untuk itu selain harus siap- siap diamankan kepolisian,oknum pelajar yang berani melawan larangan ini,juga terancam dikeluarkan dari sekolah." kita mewanti- wanti, narkoba dan penyalahgunaan obat ini sedang booming dikalangan pelajar, maka kita ultimatum agar menghindari dan menegahnya, " Katanya.

Lebih jauh Agus menambahkan,hal-hal peringatan semacam ini sering ia sampaikan di forum upacara bendera di berbagai sekolah, karena biar bagaimanapun,  narkoba dan obat- obat lainnya jika sudah mewabah  akibatnya selain merugikan diri sendiri juga ganggu ketertiban.Tak heran,dua hal yang menyasar negatif dikalangan pelajar adalag narkoba da radikalisme.Untuk itu,semua pihak bertanggungjawab atas hal ini, baik sekolah,orangtua maupun aparat untuk mencegahnya,termasuk penyuluhan agama di kampung- kampung agar sama- sama bahu membahu, mengingatkan ancaman narkoba dan radikalisme ini dikalangan pelajar." usia produktif sangat rentan terbawa arus, maka semua pihak harus sama- sama bisa membentenginya dengan optimal," Ujarnya.

Kepala SMAN 1 Tempuran Dudy Mulyadi SY mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas kerelaan Koramil maupun Kepolisian masuk sekolah setiap upacara bendera, karena dengan mengingatkan semua kalangan pelajar, setidaknya ada rasa kekhawatiran utamanya mendengarkan sanksi- sanksi jika sampai terlibat dalam penyalahgunaan obat, maupun radikalisme.Sehingga,usia pelajar ini bisa terhindarkan dari kedua ancaman tersebut. Sebab, kalau sekolaj sudah jelas tata tertib dan konsekwensi yang akan di terima siswa, jika sampai terbukti terlibat, maka dipastikan dikeluarkan.Untuk itu,Sekolah, aparat dan orangtua sama- sama bertanggungjawab mengingatkan anam- anak di zaman sekarang ini."Bagus, kita apresiasi, karena remaja dan pelajar nakal adalah tanggungjawab bersama untuk membereskannya," Pungkasnya.
Posting Komentar