UPK Ogah Terjebak Perguliran Simpan Pinjam

0
KARAWANG,-Paska Program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) disetop pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) eks PNPM 2014 lalu, lembaga bentukan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) era SBY tersebut, hanya tinggal mengelola perguliran simpan pinjam bagi kelompoknya. Enggan terus berkutat di seputaran SPP, pengelola UPK berkeinginan pengembangan usaha dan legalisasi perekonomiannya. 
Kata sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  Singaperbangsa Kecamatan Cilamaya Kulon,Nurhadi Saputra mengatakan,  UPK tidak mungkin akan terus berkutat di SPP, karena sewaktu-waktu bisa saja kolaps, sebab tidak ada yang bisa menjamin pemasukan, setoran dan perguliran lancar.Sesekali juga berpeluang macet bahkan mengancam kolektabilitas tunggakan meninggi.  Atas dasar itu,  pihaknya berkeinginan bisa merambah usaha 5 tahun kedepan untuk saving aset, seperti taman wisata anak, pengembangan ekonomi dan lainnya."Kalau SPP saja ini berpeluang kolaps , gak jamin akan lancar, maka kedepan harus bisa mengembangkan aset dan usaha, " katanya.

Nurhadi menambahkan,  Usaha kelompok baru konsepnya yang harus dikembangkan, UPK biasa ada dana Surplus dimana diatur dalam PTO ada pengembangan usaha, berekspresi dan dilegalkan perekonomiannya. Bisa saja nanti UPK investasi dana ke BPR yang hasilnya bisa digulirkan pada masyarakat. Namun,  segala bentuk usaha,  ekonomi maupun investasi pengembangan UPK itu tidak harus menafikan SPP yang harus terus bergulir,  sebab,  SPP ini adalah jantungnya UPK. Hanya saja,  ditengaj banyaknya kompetotor UPK,  selain SPP,ditengah banyaknya kompetitor, akan sangat di rugi jika UPK tidak berpikir untuk penambahan aset." SPP masih jadi jantung UPK, hanya kita berpikir penambahan aset apa salahnya kan, " Pungkasnya. 
Posting Komentar