Cilamaya jadi Kawasan Kota Tahun 2034

Karawang. - Jauh dari hiruk pikuk jantung kota Karawang,  diam-diam dua Kacamatan di Kabupaten ini mau bermetamorfosa menjadi kawasan perkotaan ditahun 2034. Selain Rengasdengklok,  Kecamatan Cilamaya Wetan juga di porsikan 1,2 ribu hektar lahannya untuk kawasan perkotaan yang di kaji oleh tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang ditetapkan Pemkab.  Penyusunan Rencana Dasar Tata Ruang (RDTR) Perkotaan,  mulai bergerak untuk memastikan isu strategis masalah potensial lingkungan dan Tata Ruang.



Sekdes Rawagempol Wetan, Tarman mengatakan,  wacana dibentuknya kawasan perkotaan sudah mencuat dan dalam penelitian tim KLHS untuk menyusun rencana RDTR.  Sehingga,  apa yang dibutuhkan untuk menopang kelangsungan rencana ini di isi bagiannya oleh masing-masing instansi mulai saat ini.  Entah wujud kota jenis apa yang akan di realisasikan tahjn 2034 tersebut,  apakah kawasan kota pertanian,  kota industri atau kota segudang PLTGU,  yang jelas KLHS sedang mengkajinya saat ini. " Kita dengar paparan ya memang jenis kawasan kota,  sekarang sedang dalam kajian terlebih dulu oleh KLHS untuk RDTR nya, " Katanya.

Staff Desa Tegalwaru Yanto mengatakan,  mewakili Kades saat menghadiri kegiatan undangan LH,  memang kabarnya Cilamaya bakal jadi kawasan perkotaan, namun tidak dibahas detail kaitan luas dan kegiatan yang akan dilangsungkan kedepan.  Tapi yang jelas,  Cilamaya dan Rengasdengklok akan dilalui Sutet untuk menambah pasokan listrik PLTGU berkapasitas ribuan mega watt. " Gak banyak bahas kotanya,  namun lebih pada dampak lingkungannya saja,  termasuk pembangunan PLTGU, " Katanya.

Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan,  Amir mengatakan, pihak Kecamatan dan 7 Kepala Desa diundang dalam rapat baru-baru ini.  Tim KLHS sudah bergerak untuk menyusun RDTR bahwa Rengasdengklok dan Cilamaya Wetan mau dijadikan kawasan perkotaan ditahun 2034. Bahkan,  hasil kajian yang memotret kapasitas pemangku kepentingan seperti pemerintah maupin non pemerintahan,  seperti pendidikan,  ormas,  LSM,  tokoh dan lingkungan Cilamaya sudah dilakukan.  Wal hasil,  isu strategis jangka panjang yang acuannya adalah amanat UU Nomor 32 tahun 2009, maka KLHS menyusun persiapan 1.206,49 hektar lahan untuk dijadikan kawasan perkotaan di Cilamaya Wetan,  itu sebut Amir,  meliputi Desa Tegalsari,  Tegalwaru,  Mekarmaya,  Cilamaya,  Muara,  Rawagempol Wetan dan Sukatani. Berdasarkan tujuannya sendiri,  pelaksanaan KLHS ini,  sasarannya dibuatkan zonasi kawasan perkotaan 2031, dimana tata ruangnya sudah di telaah tim perencana RDTR, " Kita di porsikan kawasan perkotaan di 7 Desa,  berdasarkan tim perencana RDTR, " Katanya. 

Penulis : Ruri
Posting Komentar