PASIRJAYA JADI DESA MIGRAN PRODUKTIF KEMENTRIAN TENAGA KERJA

0
Karawang,-Selain Desa di Kecamatan Pedes, Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon diplot menjadi Desa Migran Produktif (Desmigtif)oleh Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) selama 6 bulan terakhir. Bersama 122 Desa lainnya Se Indonesia,desa pemilik pantai Tanjungbaru ini garap kegiatan yang mereka sebut 4 Pilar, baik pada calon TKI,  TKI aktif dan Purna TKI. 

Operator Desa Migran Produktif Pasirjaya, Sudi Adang Sudrajat mengatakan,Desmigtif ini dibentuk oleh Kementrian, karena catatan Dinas, Kecamatan Cilamaya Kulon ini adalah satu dari sekian Kecamatan Lumbung TKI terbanyak di Karawang.  Dalam praktek kegiatannya, Desa Migran Produktif ini selain memberikan layanan Migrasi berupa pemberian informasi terkait pelayananan kepada calon TKI,juga menjadi tempat aduan bagi keluarga TKI aktif maupun purna TKI,kedua sebut Sudi, layanan dari 4 pilar itu adalah Usaha Produktif, khususnya purna TKI yang dibina di desa ini yaitu sebanyak 40 orang.Mereka dinerdayakan membuat produk usaha produktif,diberi alat-alat membuat kue,alat masak dan lainnya,  sambil diberikan akses oleh Pemerintah untuk pangsa pasar dari produk kearifan lokalnya ." Desmigtif ini punya 4 pilar kegiatan,yang semuanya di programkan kementrian tenaga kerja, " Ujarnya. 

Sudi menamnahkan,  program pilar yang ketiga adalah rumah Edukasi atau jiga disebut Rumah Desmigtif yang dibiayai oleh BNI. Rumah yang dibangun disamping kantor Desa Pasirjaya ini nantinya akan menjadi tempat layanan belajar anak-anak TKI dan tempat konsultasi beragam persoalan TKI untuk di diskusikan bersama. Dan terakhir,  adalah dibangunkannya Koperasi TKI.Karenanya, diharapkan Desa Pasirjaya dan di Kecamatan Pedes ini nantinya bisa menjadi contoj bagi Desa lainnya, karena meskipun garapanya baru satu desa,  jika ada permasalahan serupa,  bisa dikonsultasikan di Pasirkaya,  kebetulan yang dapat gelar Desa Percontohan dalam progran Desmigtif ini adalah di Kabupaten Indramayu dan Wonosobo,  diharapkan di Karawamg juga bisa sukses jadi model, minimalnya bagi desa-desa tetangga lainnya." sekaramg 122 Desa se Indonesia,  bisa jadi nanti ada penambahan jika program ini sukses, " Pungkasnya.
Posting Komentar