• Breaking News

    Polres Karawang Terus Kembangkan Kasus Mutilasi,Ini Penybabnya


    Karawang.-Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat menangkap pelaku pembunuhan sadis wanita dengan cara mutilasi yang merupakan suami korban berinisial MH (23). 

    Korban mutilasi 
    Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan di Karawang, Rabu mengatakan, suami korban nekad membunuh isterinya SA (21) secara sadis dengan cara memotong kepala dan kaki korban. 

    Selanjutnya mayat korban dibuang ke hutan kawasan Gunung Sanggabuana Karawang. 

    Menurut dia, penangkapan pelaku bermula ketika pelaku mendatangi Mapolres Karawang untuk melaporkan kehilangan istrinya. Saat itu pelaku mengaku ciri-ciri korban mutilasi yang diumumkan Polres Karawang sebelumnya diakuinya sebagai istrinya.

    "Pengakuan pelaku ini kemudian kita dalami. Kami mencurigai keterangan pelaku karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Setelah didesak akhirnya pelaku mengaku telah membunuh istrinya," kata Hendy usai mendatangi rumah kontrakan pelaku di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku membunuh istrinya secara sadis karena kesal istrinya kerap merongrong meminta barang-barang mewah sementara dia tidak mampu secara ekonomi.
    Puncak kekesalan pelaku saat korban meminta dibelikan mobil, korban mengancam akan menceraikan pelaku jika tidak dibelikan mobil. 

    "Mungkin pelaku sudah kalap hingga membunuh istrinya dengan cara yang sadis," katanya.

    Setelah pelaku mengakui perbuatannya, Tim Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat mencari potongan tubuh korban. Berdasarkan pengakuan pelaku potongan butuh korban berupa kepala dan kaki dibuang di hutan Gunung Sanggabuana dan ditemukan didekat Curug Cigentis.

    Kepala korban ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik warna hitam. Demikian juga dengan potongan kaki korban ditemukan tidak jauh dari kepala korban.

    Kapolres mengatakan, meski pelaku sudah mengakui perbuatannya namun pihaknya masih terus mendalami kasus ini hingga tuntas. 

    "Kita masih terus mendalami bagaimana korban bisa dibunuh secara sadis apakah itu dilakukan sendiri atau ada orang lain yang membantunya," kata dia.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad