Beredar Isu Pasar Cilamaya Dibongkar Januari

Karawang. -  Awal tahun 2018, pedagang pasar Cilamaya dirundung isu meresahkan. Hal itu menyusul beredarannya isu  bahwa pasar di perbatasan Subang Karawang tersebut akan dibongkar bulan Januari ini. Bahkan, belum usang kabar pembongkaran dan relokasinya, santer kabar bahwa mulai ada oknum yang mulai menawari kaplingan kepada para pedagang.


Salah seorang pedagang pasar Cilamaya yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan, entah kabar dari mana bahwa pasar Cikamaya mau dibongkar Januari ini. Disisi lain, relokasi tempat dan sertifikasi saja masih belum jelas, juga diperparah kabar oknum-oknum pengurus Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) sudah menawari kaplingan yang kesannya bernafsu mebgorientasikan bisnis kepada para pedagang. Disisi lain, harga hingga ukuran juga masih belum jelas kaplingannya. IPPC sebut Sumber, cenderung bermain dalam membisniskan kaplingan dengan calon investor, baginya hal itu wajar asalkan kepentingan semua pedagang di cover optimal, jangan sampai ada miss komunikasi, kesalahan persepsi dan penguasaan kelompoknya saja, lagi pula, para pengurus IPPC selama ini kebanyakan bukanlah berlatar belakang pedagang. Untuk itu, ia harapkan Pemerintah dan Investor jangan terkena hasutan dari IPPC yang kiranya bisa merugikan pedagang. " IPPC jangan banyak menghasut Pemerintah dan Investor lah, kita juga gak mau terkecoh," Katanya.


Sumber ini menambahkan, rapat dan sosialisasi harus tersampaikan optimal kesemua pedagang dan proseduralnya yang baik. Pemerintah Desa dan Kecamatan, jangan sampai dikangkangi, karena ia mendengar IPPC lebih sering langsung koordinasi dengan pihak Kabupaten, seperti Disperindag, BPN dan lainnya. Karena, soal revitalisasi pasar ini harus jelas dan tegas integrasinya antar semua pihak. Jangan sampai ada beberapa pedagang di rugikan." Jangan salahkan banyak isu dan gosip pembongkarannya, ini akibat lemahnya penyampaian dan sosialisasi yang setengah -setengah," Katanya.

Ditemui, Ketua IPPC Karno mengatakan, pihaknya tidak pernan memberikan informasi dan penyampaian bahwa pasar Cilamaya akan di bongkar Januari ini, karena Pemrakarsa juga baru selesai 13 Januari ini, jika diterima masuk tahap lelang, belum lagi memikirkan relokasinya. Adalah sangat mustahil jika Pasar Cilamaya di bongkar untuk program revitalisasi ini pada Januari ini, karena sertifikat saja belum keluar, apalagi tempat relokasi sementaranya juga belum dirapatkan. Namun, jika pemrakarsa selesai, lelang sudah ditunjuk dan relokasinya sudah ditentukan, baru masuk tahap pembongkaran, dan itu doperkirakan memang masih tahun ini, hanya saja soal tanggal dan bulannya bukan IPPC yang menentukan, tapi Pemkab dan investor yang ditunjuknya. " mustahil dibongkar januari ini, orang sertifikat, lelang dan relokasi saja belum tuntas, baru juga selesai Pemrakarsa," Katanya menegaskan.

Karno menambahkan, kabar bahwa ada oknjm IPPC yang diduga main dengan investor bahwa sudah menawari kapling-kapling bangunan kelak, ditepisnya. Karena, penawaran kapling adalah hak investor, bukan IPPC. Masa iya, IPPC yang sama-sama pedagang pasar menawari ke pedagang pasar lagi. Disisi lain juga sebut Karno, sejauh ini belum jelas tersampaikan berapa ukuran, harga maupun sistem pembayarannya. Jadi, sama sekali ia tidak tahu menahu soal adanya oknum yang menawari kaplingan tersebut. Persiapan segala sesuatunya masih panjang, IPPC hanya menjembatani saja , termasuk menjelang tahun baru kemarin ia sampaikan segala tahapannya secara optimal, bagi yang hadir harap disampaikan kepada yang tidak hadir. Karenanya, mis komunikasi dan persepsi ini berbeda -beda, dan menimbilkan kesan pro kontra." Soal ada oknum yang menawari kaplingan, kita gak tahu menahu tuh, kan ukuran, harga dan pembayarannya juga belum ada. Itu jadi wewenang investornya nanti, bukan IPPC," Katanya.


Posting Komentar