Daerah Karawang Kembangkan Udang Paname - PELITA KARAWANG

Post Top Ad

bkd
 Daerah Karawang Kembangkan Udang Paname

Daerah Karawang Kembangkan Udang Paname

Share This
Karawang, - Luasnya tambak produktif yang tidak digarap, dibidik Pemerintah Desa dan pengusaha untuk mengembangkan budidaya hasil perikanan tambak. Bahkan, selain di Betok Mati Kecamatan Cilebar, di sekitaran Dusun Parean - Praubosok Desa Muara Baru, pengmbangan usaha budidaya udang Paname sedang menggeliat diawal tahun ini.


Penggarap budidaya udang paname di Dusun Parean, Asan (28) mengatakan, usaha budidaya udang paname ini butuh modal yang tidak sedikit walaupun 2 hektar. Pasalnya, udang kualitas size terbaik dan jadi buruan restauran dalam dan luar negeri ini bisa menghasilkan produksi 12 ton per 1 hektar. Harganya juga gak main- main, karena perkilogramnya dibanderol Rp 70 - 100 ribu di tambak, karenanya dalam 1 ton saja bisa didapat Rp  70 - 100 jutaan. 



Namun, sebutnya, usaha budidaya udang paname ini juga membutuhkan modal seminimnya Rp 500 jutaan perhektarnya, karena, selain pakannya yang mahal, perawatan hingga masa panen selama 3 bukan juga cukup kewalahan jika tidak ditangani khusus pembudidayanya. Sebab, kadar air, kondisi cuaca, peregerakan air dan suhu juga mempengaruhi perkembangan udang paname ini." Di tambak Parean ini baru pengembangan dengan teknologi sekitar 1 hektar saja, selebihnya manual, " Katanya.


Pemuda asal Lampung ini menambahkan, dirinya didatangkan langsung untuk urusi teknis usaha budidaya udang paname ini, dengan teliti ia kontrol air siang dan malam hari untuk memastikan udang siap panen akhir Februari nanti. Sementara benihnya sebut Asan, ia datangkan udang paname ini dari Anyer melalui sistem transfer dan DO, diharapkan perawatan dan pengembangn udang andalan ini, bisa lancar dan sukses di Muara Baru ini." Walau baru satu hektar, semoga yang perdana ini lancar," Katanya.


Kades Muarabaru, Abdul Rojak mengatakan tambak di Parean dan Praubosok diakuinya masih banyak yang tidak di garap. Dirinya minati usaha budidaya udang paname selain ikan bandeng. Oleh karena warga desanya masih minim pengetahuan teknis dan tata cara budidaya paname ini, maka ia datangkan orang dari Lampung untuk urusi usaha tambak yang berpeluang memiliki prosfek yang bagus kedepan. Sebab, usaha ini butuh bangak modal, namun hasilnya juga bisa lebih banyak. Rata- rata sebut Rojak, yang paling banyak menelan biaya itu di modal, utamanya pakan ternaknya yang dihargai Rp 400 ribuan perkarung, tak heran sebut Rojak, modal yang digunakan bisa mencapai Rp 500 juta perhektar, tapi hasil panen 3 bulan, bisa meraup keuntungan kalau mulus dikisaran Milyaran, sebab udang yang diburu restauran, hotel dan rumah makan ini banyak diburu kalangan elit dengan harga Rp 70 - 100 ribuan perkilogramnya. Selain betok mati sambungnya, ia mencoba pengembangan mandiri di desanya dengan memanfaatkan tambak yang ada, semoga saja upaya perdana dan panen perdana nanti hasilnya baik dan mulus, sehingga bisa merambah pada pengembangan ditambak lain sekitarnya yang belum digarap optimal." Kita baru uji coba, teknisi dan ahlinya kita datangkan sendiri, semoga sih lancar dan sukses," Katanya.
Posting Komentar

Post Bottom Ad

budpar'