Dana PKH Bisa Dicairkan Bulan Februari

Karawang.– Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu program andalan Presiden Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Program inipun dinilai dapat menekan angka anak putus sekolah.  

Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Barat, Selasa 16 Januari 2018, Presiden Jokowi juga menyerahkan bantuan PKH untuk Keluarga prasejahtera di Kabupaten Banjar Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan sosial PKH kepada 1.000 keluarga prasejahtera. Penyerahan tersebut dilakukan langsung di Taman Kota Lapang Bakti, Kabupaten Banjar, Provinsi Jawa Barat.

"Uang itu untuk anak-anak kita dalam menempuh pendidikan dan untuk gizi anak," kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Jokowi mengatakan, untuk bantuan PKH sudah bisa diambil oleh para penerima mulai 1 Februari 2018. Itu merupakan pencairan tahap pertama. Di mana setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1,89 juta pertahunnya. Jumlah itu, bisa diambil dalam beberapa tahap.

Sementara itu, guna meningkatkan efektivitas program tersebut ke masyarakat, Jokowi pun menjanjikan dana PKH pada 2019 direncanakan akan ditingkatkan kembali oleh pemerintah.

"Doakan kalau tahun depan anggaran berlebih akan ditingkatkan lagi," kata Presiden.

Dalam kesempatan sama, Kepala Negara juga menyerahkan bantuan bagi para pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK serta bagi pelajar yang mengikuti program kelompok belajar (Kejar) paket A, B, dan C.

Sebanyak 1.771 pelajar mendapatkan bantuan langsung yang diberikan oleh Presiden pada kesempatan ini. Rinciannya adalah 653 pelajar SD, 555 pelajar SMP, 119 pelajar SMA, 297 pelajar SMK, dan 147 pelajar Kejar Paket.

Gubernur Jawa Barat sendiri dalam laporannya mengapresiasi secara khusus pemberian bantuan pendidikan bagi para pelajar di wilayahnya. Ia menyebut bahwa bantuan KIP ini akan memberikan motivasi tersendiri bagi para pelajar.

"Penyerahan Kartu Indonesia Pintar ini makin memacu upaya pendidikan di Jawa Barat dan memotivasi anak-anak di Jawa Barat untuk terus belajar," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Posting Komentar