Inilah Solusi Hancurkan Bank di Tatar Karawang

Karawang-.Hadirnya Dinas Koperasi dan sejumlah Bank Swasta,pemerintah atau BUMD semestinya bisa membantu masyarakat Karawang dari keterpurukan ekonomi,terlebih saat ini sedang berjangkit efidemi Bank Emok.Namun itu seakan jauh dari harapan,ujar Samarudin,warga asal Kecamatan Kota Baru.


Saat ini Bank Emok bisa dikatakan sudah kuasai Kabupaten Karawang pada tataran perekonomian pedesaan dan itu bisa buktikan dengan penguasaan nasabah oleh mereka di setiap peloksok desa.Hal itu semua bisa dihentikan namun bukan hanya diberikan bantuan serupa dengan bunga ringan atau cara mudah mendapatkanya saja.Karena pemberian bantuan serupa tanpa penyadaraan serius kepada warga peminjam Bank Emok maka hasilnya akan sia-sia.

Diwaktu sekarang bukan hanya penyakit ekonomi yang berjangkit kepada mereka pengguna jasa Emok melainkan krisis kepercayaan diri untuk bangkit dan bekerja secara mandiri perlu dibangkitkan selain wajib ditanamkannya kepercayaan masyarakat untuk bermitra dengan koperasi atau Bank yang dipercaya pemerintah sebagai pengganti dan pembantu keuangan  harus dikuatkan,ungkap Samar sebutan sarjana lulusan ekonomi tersebut.

Adanya gerakan moral yang didengungkan oleh Wakil Bupati Karawang untuk melawan Bank Emok akan tak berarti bilamana hanya andalkan Bank Jabar.Bukan tidak percaya kepada bank tersebut melainkan akibat sudah mengakarnya Bank Emok.Artinya,perang melawan Bank Emok tak bisa sendiri-sendiri melainkan harus melibatkan semua komponen masyarakat dari peminjam,Kades,tokoh masyaarkat sampai aparat pemerintah dan birokarasi terkait koperasi mesti dilibatkan.Minimal melibatkan mereka dengan harapan dan tujuan awal penyadaran bahaya Bank Emok bila terus dijadikan mitra bisnisnya dengan maksud akhirnya pemutusan hubungan moral (pengaruh negative) antara nasabah dan pemberi jasa.

Kemudian katanya,tak bisa Wabup Karawang dan Bank Jabar perangi Bank Emok secara sporadis dan ekstrim,sekali bukan meragukkan kemampuam namun masyarkat kita seakan sudah akut Bank Emok maka perlu diobatinya dengan bantuan ringan dengan dimulai penyadaran ,pungkas Samar.

Ditempat berbeda yakni sebuah upaya dari pemerintah Kabupaten Tangerang  membantu masyarakat anggota koperasi agar lepas dari jeratan rentenir.


Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam sarasehan dengan masyarakat usaha mikro dan anggota koperasi gerakan berantas kemiskinan mengatakan bahwa simpan pinjam tanpa agunan dan resiko ( Sipintar ) menggantikan pembiayaan ultra mikro yang disalurkan melalui koperasi.

"Sipintar ini diharapkan dapat menggantikan kehadiran rentenir atau yang dalam bahasa Sunda disebut Bank Emok," kata Zaki.

Zaki juga berharap melalui program tersebut masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah. Masyarakat juga dapat dimudahkan dalam proses akses persyaratan pinjaman dengan menjadi anggota koperasi simpan pinjam di daerah setempat.

"Pengembalian dapat dicicil setiap minggu untuk jangka waktu satu tahun," ujar Zaki.

Dengan demikian hubungan pemerintah dan masyarakat makin kuat. Zaki menyebutkan dengan saling membantu maka hubungan sosial makin kuat, peduli satu sama lain, ekonomi juga kuat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu Kepala Koperasi Abdi Kerta Raharja Kabupaten Tangerang E. Farida mengatakan program ini menyasar kalangan pengusaha kecil yang tak terjangkau oleh perbankan.

Mereka adalah pengusaha yang tak memiliki aset untuk syarat agunan pinjaman, di hampir seluruh sektor seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan.

"khususnya UMKM agar bisa meningkat usahanya dan juga bisa memperluas lapangan kerja," kata Farida.

Selain memperluas lapangan kerja, Farida menyebutkan dapat meningkatkan kinerja usaha sehingga dapat mengurangi kemiskinan.
Posting Komentar