Lawan Bank Emok di Karawang !!! - PELITA KARAWANG
KARAWANG - Di Kabupaten Karawang nama Bank Emok menjadi perbincangan hangat, beberapa kali wakil bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mencari titik temu dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat tersebut.(16/1).

Sayangnya, persoalan ini tak kunjung selesai dalam beberapa bulan ini, padahal policy (kebijakan) ini dibutuhkan realisasinya. 

Menurut Muslim Hafidz, aktivis Karawang, terkait mengatasi Bank Emok dengan referensi kebijakan Gubernur Jawa Tengah periode ini kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan dari Bank Jawa Tengah dengan bunga terendah se-Indonesia, yaitu dengan kredit 7 persen dan 2 persen, resikonya akan menurunkan setoran bank kepada pemerintah dan pendapatan asli daerah (PAD). 

"Bahwa setoran pendapatan ke pemerintah tidak ada artinya dibanding usaha membantu rakyat mendapatkan modal kerja secara mudah. Rata-rata para wirausaha UMKM tidak bankable, dengan KUR ini sebagai jembatan untuk memutus mata rantai Bank Emok," katanya.

Kata dia,  Kredit bunga rendah di Bank Jateng bernama Mitra-25 dan Mitra-02. Kredit Mitra-25 diperuntukkan bagi UMKM yang sudah berjalan minimal 6 bulan. Nasabah bisa mengambil kredit maksimal Rp 25 juta berjangka maksimal tiga tahun dengan bunga 7 persen.

"Sedangkan Mitra-02 untuk permodalan awal pendirian UMKM dengan dana maksimal Rp2 juta dan bunga 2 persen. Keduanya tidak mensyaratkan agunan dan tanpa biaya administrasi," ujarnya.

Di Karawang, mempunyai BUMD yang khusus menangani UMKM yaitu Lembaga Kredit Mikro (LKM) dalam beberapa tahun mendapatkan dana penyertaan modal terbilang kecil, setiap tahunnya mendapatkan 1 Milyar.

"Jika LKM diberikan kewenangan lebih untuk menangani UMKM di Karawang, dipastikan bisa menjadi terobosan untuk mendorong kewirausahaan atau kewirausahaan pemula dan pengangguran di Karawang," kata dia.

Dikatakan BUMD LKM layak mendapatkan penyertaan modal lebih, atau 30 Milyar (dengan asumsi per kacamatan 1 Milyar) untuk menjadi stimulan dan snowball (bola salju) kewirausahaan dilevel bawah. Penyertaan modal tersebut adalah "anggaran produktif" tidak hanya hanya menanam saham semata. 

BUMD LKM sebagai operator bisa kerjasama dengan Bank Jawa Barat & Banten dalam meningkatkan Sumberdaya. 

"Guna menjaga konsistensi program ini, perlu dibentuk tim yang terdiri dari SKPD-SKPD bidang ekonomi. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya. Istilahnya membentuk tim pendamping UMKM atau teknikal asisten," tambahnya.

Tugas tekhnikal asisten adalah mendampingi usaha mikro yang belum bankable yang mengalami kesusahan dalam hal permodalan.

Selain itu, tugas teknikal asisten juga mendampingi para UMKM dari sisi produksi dan pemasaran.Tujuannya agar modal kredit yang dikucurkan ini tidak sia-sia. Jangan sampai dana kredit justru digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Suku bunga yang kompetitif, 7 persen dan 2 persen, membuat program ini layak menjadi role model pengembangan dunia UMKM.

"Dengan suku bunga yang kompetitif, saya yakin Bank Emok akan mati dengan sendirinya.  Intinya pemerintah Kabupaten Karawang hadir dikala dibutuhkan oleh masyarakat," tandasnya.
Posting Komentar
bkd