Pengusaha Gabah dan Pemilik Huller Menjerit di Karawang - PELITA KARAWANG
Pengusaha Gabah dan Pemilik Huller Menjerit di Karawang

Pengusaha Gabah dan Pemilik Huller Menjerit di Karawang

Share This
Karawang,- Stok gabah di musim paceklik merosot, membuat pengusaha Huller libur menggiling padi selama tiga bulan terakhir. Selain harga Gabah Kering Pungut (GKP) tinggi, penjualan beras ke Pasar Induk juga menipis karena mahalnya biaya produksi penggilingan.

Dikatakan Pengusaha Huller penggilingan padi Srijaya Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang, H Nana Nurundana, Saat panen tiba mesin penggilingannya mampu produksi beras sampai 40 ton perminggunya,  namun saat musim paceklik ini justru stop tidak menggiling sama sekali, itu berlangsung selama 3 bulan terakhir. Ditambah lagi sebut Nana, Harga GKP sekarang Rp 700.000 perkwintal, itu pun langka alias rebutan, sehingga hal ini menjadikan para pengusaha padi tidak bisa jual beras ke induk, kecuali ke toko-toko langganan saja. " Kita gak jual beras ke induk ya karena Stoknya sedikit dan gak giling banyak, bahkan terhenti beberapa bulan," Katanya.

Ketua Tokoh Tani Indonesia (TTI) Kecamatan Lemahabang ini menambahkan, mahalnya harga beras bukan karena para pengusaha penggilingan menimbun beras, tapi karena stok memang langka, begitupun di pabrik-pabrik besar  yang mitra Bulog, senasib menyetop penggilingan akibat kurang stok, bahkan digembok, disisi lain peredaran beras jenis Mak Nyus yang dilarang Pemerintah baru-baru juga mempengaruhi harga beras. Oleh karenanya, di musim paceklik seperti ini, Pemerintah membuka impor beras, diakuinya memang tepat, kecuali beras impor itu datang disaat musim panen, ini yang akan merusak harga di petani. 
." Ya memang gak ada stock,  sama pabrik besar juga yang mitra bulog gak giling alias di gembok," Tandasnya.

Terkait mahalnya harga beras, Pemerintah dimintanya langsung melakukan Operasi Pasar (OP) untuk menekan harga yang semakin tidak terkendali diatas Harga Eceren Tertinggi (HET), karena, kalau stok di Huller banyak, kemudian masa panen tiba serentak kemungkinan sirkulasi beras akan kembali normal." Gak ada penimbunan apalagi pengoplosan, ini murni masalah stok dimusim paceklik," Tandasnya.
Posting Komentar
bkd