5 Hal Tentang Angkasa Yang Harus Diluruskan


PELITA KARAWANG.– Luasnya luar angkasa membuat banyak yang harus dipelajari. Tapi juga banyak berita palsu atau hoax mengenai luar angkasa, yang terkadang, kita percayai sebagai kebenaran.


Dilansir situs BT, Jumat, 23 Februari 2018, sebuah buku berjudul "Everything You Know About Space is Wrong" yang ditulis oleh Matt Brown menceritakan beberapa hoax terkait penjelajahan luar angkasa.

1. Luar Angkasa Itu Jauh

Menurut Brown luar angkasa tidak sejauh yang dibayangkan. Secara luas disepakati bahwa batas bawah luar angkasa hanya 100 km di atas permukaan laut.Sedangkan, Angkatan Udara Amerika Serikat menyatakan bahwa luar angkasa dimulai antara mesosphere dan thermosphere atau sekitar 80 km.

2. Sputnik adalah Benda Pertama Buatan Manusia di Luar Angkasa

Pesawat luar angkasa milik Uni Soviet, Sputnik, yang berada di orbit pada 1957 bukanlah benda pertama buatan manusia yang menjelajah luar angkasa.Roket pertama yang diluncurkan adalah V2 milik Nazi Jerman saat Perang Dunia II pada 1940-an.

Adapun, manusia pertama yang pergi ke luar angkasa juga berasal dari Jerman, atau 17 tahun sebelum Yuri Gagarin menjelajah ke luar angkasa.

3. Manusia Pertama ke Bulan

Beberapa bulan sebelum Apollo 8 milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendarat di Bulan pada 1969, pesawat Zond 5 milik Uni Soviet telah sampai lebih dahulu pada 1968.

Pesawat ini membawa dua ekor kura-kura yang mengorbit di Bulan dan kembali lagi ke Bumi dengan selama pada 21 September.

4. Matahari Berbentuk Bola Api Besar

Matahari dan Bintang memiliki kekuatan nuklir. Pada bagian intinya terdapat ion hydrogen yang menyatu bersama lalu membentuk helium.Setiap detiknya Matahari mengubah 700 juta ton hidrogen menjadi helium. Matahari merupakan sebuah plasma berbentuk bola sangat panas dan mengandung listrik besar.

5. Astronaut Melayang di Luar Angkasa

Manusia yang pergi ke luar angkasa atau Astronaut terlihat seperti melayang ketika bertugas di dalam pesawat. Tapi, faktanya mereka berada dalam keadaan "terjatuh secara cepat".

Brown menilai tubuh mereka dan stasiun luar angkasa internasional (ISS) masih merasakan tarikan luar biasa dari grativitas Bumi. Dengan begitu mereka akan terjatuh ke Bumi dengan sangat cepat.
Posting Komentar