• Breaking News

    Bank Emok Dipastikan Bukan Koperasi Maka Sisir Dilapangan !!!

    Karawang, - Bank Emok dengan sistem simpan pinjam pada kelompok di kampung-kampung, santer dikabarkan menyelinap dibawah kendali oknum-oknum lembaga Perkoperasian.Namun,hal itu dibantah Dinas Koperasi dan UKMKarawang yang memastikan bahwa tidak satupum Koperasi di Karawang bergerak dalam sistem Bank Emok.

    Dikatakan Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Karawang,Surisno mengatakan,dari 1.500 Koperasi yang ada di Karawang, dipastikannya tidak ada satupun simpan pinjam sistem Bank Emok.Jika ada kabar bahwa dibelakang bank emok itu ada dana-dana suntikan dari Koperasi, menurutnya hal itu adalah bohong. Sebab, semua Koperasi di Karawang bergerak atas dasar dari anggota, oleh anggota dan untuk anggotanya. Betapapun, sepanjang tahun 2017 kemarin,pihak Kemenkumham dan Dinasnya bekukan 11 Koperasi,tidak ada kaitan dengan urusan mengendalikan bank emok dari sisi permodalannya."Kalau ada yang bilang bahwa Bank Emok itu Koperasi, saya pastikam itu bohong," Katanya saat di Telagasari.

    Alasannya, sambung Surisno,Koperasi itu dibentuk oleh anggota dan pendanaan juga oleh anggota yang usahanya disepakati berdasarkan kebersamaan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT), termasuk simpan pinjamnya juga diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi (PermenKop) tahun 2015 lalu.  Apalagi, dari 1.500 Koperasi yang ada, semuanya berbadan hukum Kemenkumham,  termasuk cabangnya, Dinas Koperasi fasilitasi izin lingkungannya. Untuk itu, sambung Risno, berdasarkan Perbup Nomor 10 tahun 2017 ,Camat dan pejabat terkait seperti Kades dan Trantib mempunyai kewenangan membubarkan Koperasi jika tanpa ada badan hukumnya, sebab, jika tanpa ada legalitas itu, izin lingkungan,Situ dan SIUP juga otomatis tidak dipenuhi Koperasi yang dimaksud, termasuk 11 Koperasi yang dibubarkan itu, ada diantaranya yang tidak berbadan hukum, atau memang kolaps."Camat  dan Trantib berwenang kok bubarkan Koperasi gak berizin,silahkan sisir dilapangan," Pintanya.

    Ia berharap, masuyarakat dan pejabat pemerintah waspadai Koperasi tak berizin. Karenanya, Koperasi sebagai sokok guru, sebenarnya mampu mengatur sirkulasi keuangan, sehat dan terhindar dari kolektabilitas tinggi, kalau semua anggotanya kompak, baik dalam musyawarah, RAT maupun pemeliharaan aset dan usahanya. " Terkecil melihat Koperasi itu sehat atau tidak lihat dulu,apakah melaksanakan RAT atau tidak," Pungkasnya.
    Posting Komentar


    Post Bottom Ad